SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, sekarang ini harus berusaha keras untuk melakukan efisiensi anggaran. Meski ditengah kondisi keuangan yang terpuruk, tetap mencairkan beasiswa bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, serta tunjangan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT).
Kepala Badan Pengelola Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD), Ibnu Soeyoeti, mengatakan, pemkab tengah melakukan efisien anggaran. Hal itu mengingat saat ini kas daerah hanya sebesar Rp174.341.359.814.
“Dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp3 triliun, belum masuk semua,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (27/3/2017).
Meski demikian, Pemkab Bojonegoro tetap mengutamakan pemberian beasiswa bagi siswa SMA sederajat yang akan dicairkan pada April 2017 mendatang. Bahkan, untuk bantuan ini ada kenaikan dari awalnya Rp2 juta per anak menjadi Rp2.100.000 per anak.
“Kita bedakan jadi siswa penerima program keluarga harapan (PKH), non PKH, siswa miskin, siswa anak dari PNS golongan satu dan dua,” imbuhnya.
Untuk siswa PKH dan siswa miskin mendapat Rp2.100.000, siswa non  PKH mendapat Rp2.000.000, serta siswa dari anak PNS golongan satu dan dua menerima Rp1 juta.
“Kami baru akan cairkan untuk satu semester saja, kurang lebih Rp50 miliar,” imbuhnya.
Sementara total anggaran untuk beasiswa ini didalam pagu APBD dipasang sebesar Rp82 miliar. Sedangkan jumlah siswa yang menerima bantuan semuanya sebanyak 50.305 siswa.
“Kami sudah melakukan pendataan ulang, jadi mereka ini benar-benar diluar siswa mampu,” tegasnya.(rien)