Ada 33 Kampung KB di Lamongan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Sebanyak 33 desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ditetapkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB). Sedangkan 32 kampung diantaranya dicanangkan sekaligus oleh Bupati Lamongan Fadeli di Desa Brumbun, Kecamatan Maduran, Senin (27/3/2017) kemarin.

Deputi Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi pada Badan Kependudukan dan KB Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani yang hadir dalam pencanangan tersebut berharap banyak Kampung KB di Lamongan bisa bermanfaat untuk program secara nasional.

Karena menurut dia, selama ini keberhasilan pembangunan SDM di luar jawa banyak karena diinisiatori oleh para migran dari jawa. Sementara warga Lamongan selama ini dikenal sebagai warga perantau.

“Kami sangat terbantu dengan keberadaan migran di luar jawa ini. Sehingga pembangunan SDM di Indonesia bisa lebih merata. Dari sini kita mulai membangun Indonesia, karena banyak warga Lamongan yang merantau,“ katanya menjelaskan.

Terkait program Kampung KB di Lamongan, dia berharap tidak berhenti karena sudah tercapai satu kecamatan memiliki satu Kampung KB. Malah agar ditingkatkan untuk kampung-kampung lain yang dideteksi memiliki ketertinggalan di banding desa lainnya.

Baca Juga :   Bupati Anna Mutasi 249 Pejabat Pemkab Bojonegoro

Apalagi kondisi saat ini, sebanyak 30 persen balita di Indonesia mengalami gizi buruk, dan itu sebagai ancaman bagi masa depan Indonesia.

Sementara Kampung KB tersebut sebagaimana disampaikan Dwi Listyawardani sebagai penerjemahan Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Yakni membangun dari pinggiran dalam kerangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Karena program dalam Kampung KB itu tidak hanya akan mengurusi pembinaan terkait alat kontrasepsi. Namun juga pembinaan di banyak bidang, mulai balita, remaja hingga lansia sehingga berdampak pada peningkatan SDM dan kesejahteraan.

Sementara Bupati Fadeli berharap, dengan adanya puluhan Kampung KB tersebut bisa memberikan motivasi dan semangat untuk terus bekerja keras. Dia meminta organisasi perangkat daerah agar memetakan desa-desa lain yang memiliki ketertinggalan dibanding desa lain, untuk kemudian diberikan program pembentukan Kampung KB.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *