779 Peladang Kilang Bakal Terima Rp 6,5 Miliar

Rakor kilang tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak 779 peladang yang menggarap lahan Kilang Tuban milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dipastikan bakal menerima tali asih sebesar Rp 6,5 miliar lebih dari Pemerintah Pusat. Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Patrajasa Jakarta (29/3) kemarin, disepakati per hektar lahan diganti Rp 20 juta.

“Usulan tali asih Rp 20 juta/ hektar akhirnya disetujui,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Jumat (31/3/2017).

Hasil inventarisasi antara Pertamina, KLHK, Muspika Jenu, dan Kepala Desa (Kades) empat desa, disepakati ada 779 orang yang menggarap di lahan seluas 326.0297 Hektar (Ha). Kenapa jumlah penggarap lebih sedikit dari data sebelumnya, karena satu orang ada yang memiliki garapan beberapa petak.

Suwoto kemudian merinci jumlah penggarap yang menerima tali asih, beserta luasan lahan garapannya. Untuk di Desa Wadung ada 404 orang dengan luas garapan 1.999.000 Ha. Di Desa Kaliuntu jumlah penggarap 49 orang, dengan luas lahan 210.000 Ha.

Baca Juga :   Industri Migas Picu Naiknya Kebutuhan Dasar Bojonegoro

Sedangkan di Desa Rawasan jumlah penggarap 100 orang, dengan luas garapan 350.000 Ha. Terakhir di Desa Mentoso jumlah penggarap 226 orang, dengan luas garapan 710.297 Ha.

“Jadi penggarap lahan KLHK seluas 326.0297 Ha bakal menerima tali asih Rp 6.520.000.000,” imbuhnya.

Setelah ini, pada bulan April mendatang bakal dilakukan Rakor bersama tim. Srkaligus melaksanakan sosialisasi pengosongan lahan, dan pembagian tali asih yang di sepakati. Cash money/uang tunai tersebut, langsung masuk ke rekening atas nama penggarap melalui rekening BRI.

Disamping itu, untuk pemasangam plang dan bener sebagai pengumuman pengosongan lahan. Bakal dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2017. Sebelum peletakan batu pertama kilang oleh Presiden Jokowi pada bulan Juli mendatang.

Perlu diketahui, selain Muspika Jenu dan Kades empat desa, Rakor di Jakarta itu langsung dipimpin Kabiro KLHK  Ir. Samidi, Msi, dan staf yg membidangi dr KLHK. Ditambah Direktur Aset Pertamina, Saiho serta Gunawan, dan Marta.

Sebelum Rakor tersebut berlangsung, pada tanggal 22-23 Maret 2017 tim KLHK melakukan verifikasi data ke Muspika Jenu. Dalam kesempatan itu, ditetapkan ada 1.119 penggarap di lahan seluas 326 hektar.

Baca Juga :   PPSDM Migas Latih K3 ASN Kementerian ESDM

Kilang patungan antara Pertamina-Rosneft Oil Company ini, ditarget mulai tahap kontruksi tahun 2017. Baru pada tahun 2022 kilang baru dapat beroperasi, dengan tenaga kerja ahli kurang lebih 2.000 orang.

Sesuai peta pendirian kilang, proyek berkapasitas 320 ribu Barrel Per Hari (Bph) itu terletak diantara PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), dan PT Ubjom PLTU Tanjung Awar-awar. Di sebelah selatan Kilang juga direncanakan berdiri pabrik semen asal China, PT Abadi Cemet. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *