SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Nama Sammy Hamzah, disebut-sebut sebagai biang kerok permasalahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menimpa buruh Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina, PT Geo Cepu Indonesia (GCI).
Sammy Hamzah adalah penyandang dana untuk GCI. Karena selama ini GCI mengalami kesulitan keuangan dalam melakukan aktifitasnya sehingga harus menggandeng penyandang dana lain.Â
“Sammy Hamzah ini lah yang menjadikan keruh suasana. Karena tetap menjalankan kebijakan PHK,” kata Ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Agung Pudjo Susilo dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Jum’at (31/3/2017) sore kemarin.Â
Dia menjelaskan, Sammy Hamzah adalah penyandang dana untuk GCI sejak empat bulan terakhir. “Jadi dia tidak tahu segala macam perjanjian dan kondisi GCI selama ini,” terangnya.Â
Sampai hari ini aksi mogok kerja yang dilakukan pekerja GCI masih berlanjut hingga mengakibatkan Stasiun Pengumpul (SP) 2 di Distrik Nglobo, mengalami luber.
“Karena semua pekerja mogok,” ucap Pudjo.Â
Saat ini pihaknya  sedang nunggu surat pertanggungjawaban terkait petugas GCI yang berupaya menghandle operasional. Jika petugas tersebut tidak segera dikirim maka akan terjadi mati mesin semua. Â
“Ini demi keamanan aset dan resiko di lapangan terutama luber di tangki penampungan. Seperti yang sudah terjadi di Distrik Nglobo tadi malam,” pungkasnya.
Suarabanyuurip.com sudah berupaya menghubungi Sammy Hamzah untuk mengklarifikasi tudingan tersebut. Namun pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya dibaca oleh yang bersangkutan.(ams)