SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menjelang dimulainya konstruksi proyek Kilang Tuban, Jawa Timur, pada pertengahan 2017, Bupati Fathul Huda langsung mewarning semua unsur harus mengedepankan harmonisasi. Untuk mencegah terjadinya konflik antara pemerintah desa dengan kecamatan, 15 kepala desa (Kades) se-Kecamatan Jenu langsung dikumpulkan di rumah dinas bupati.
“Ini langkah awal untuk menyambut Kilang pengolahan minyak di Kecamatan Jenu,” ujar Bupati Fathul Huda, ketika ditemui suarabanyuurip.com, usai pertemuan di komplek Pendapa Krida Manunggal Tuban, Senin (3/4/2017).
Keberadaan proyek multinasional di wilayahnya, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warganya yang usianya produktif. Sekaligus meminimalisir korban khususnya warga terdampak dari proyek kilang berkapasitas 320 ribu barel per hari (Bph).
Terkait tenaga kerja, Bupati Fathul Huda meminta semua kades proaktif mendata warganya. Targetnya semua warga harus dilibatkan dalam proyek sesuai skilnya, kecuali yang mengidap ganguan jiwa.
Dalam kesempatan tersebut, 15 kades hanya didampingi oleh anggota Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fikroni. Biasanya camat turut mendampingi pertemuan tertutup media itu. Disinggung apakah sudah ada gesekan antara kades dengan camat, bupati menampiknya.
“Pertemuan ini fokus kades kalau camat nanti ada pertemuan lanjutan,” kelitnya.
Kades Sokorejo, Arief, juga enggan terbuka soal dugaan konflik yang melibatkan pemerintah kecamatan. Pria muda ini membenarkan kalau pertemuan hanya konsentrasi pada persiapan tenaga kerja kilang dan Kawasan Industri Tuban (KIT).
“Setelah aktifnya proyek KIT dan Kilang ditargetkan jumlah pengguran di Kecamatan Jenu zero persen,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Fahmi Fikroni, juga tidak mau membahas terlalu dalam soal dugaan perselisihan kades dengan Camat Jenu, Kasmoeri. Di hadapan media, pria yang juga manajer Persatu Tuban ini hanya senyum.
“Saya baru dapat info ada kudeta camat dari media, dan belum tahu apa-apa,” jelasnya.
Sebelum adanya pertemuan antara bupati dengan 15 kades se-Kecamatan Jenu hari ini, sudah santer beredar kabar terjadinya konflik di internal pemerintah kecamatan.
Informasi awal yang diterima suarabanyuurip.com, jika Camat Jenu tidak dicopot dari jabatannya kades mengancam mengganggu kegiatan Kilang minyak patungan antara Pertamina-Rosneft Oil Company. (Aim)