GCI Hentikan Operasi 24 Sumur

Sumur Ledok meluber

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina, PT Geo Cepu Indonesia (GCI) diketahui telah menghentikan operasi sebanyak 24 sumur produksi di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP)-nya.

Menurut Sekretaris Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Ebeneser Prasetyadi, sebanyak 24 sumur yang dihentikan tersebut terbagai dalam dua distrik.

“Sebanyak 11 sumur di distrik Nglobo dan 13 sumur di distrik Ledok,” katanya, kepada suarabanyuurip.com, Senin (3/4/2017) kemarin yang  mengaku mendapat informasi dari lapangan.

Dihentikannya operasi itu terpaksa dilakukan demi alasan keamanan, untuk menghindari terjadinya luberan minyak yang berlebih hingga mengakibatkan pencemaran lingkungan.

“Dihentikan operasionalnya kerena alasan keamanan dan keselamatan,” tandasnya.

Dalam penghentian operasional sumur-sumur tersebut dilakukan langsung oleh user (pegawai organik GCI).

“Bukan dari para buruh maupun SPKP,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sebenarnya dari user tidak mampu dan tidak mempunyai kompetensi untuk menangani masalah teknis dilapangan. Terpaksa dari user mematikan Genset, sehingga sumur berhenti operasi.

“Seperti yang terjadi kemarin, karena user tidak mampu menghendel. Sehingga dari buruh ikut membantu menangani masalah luberan,” terangya.

Baca Juga :   Sumur TBR Disidak Komisi A

Dia melanjutkan, bahwa para buruh hingga hari ini masih melakukan aksi mogok kerja sampai waktu yang belum bisa dintentukan.

Ekternal Relation PT GCI, Yenny Hartati, mengaku, masih akan membicarakannya dengan pihak internal.

“Kami akan koordinasi internal dulu ya, Mas,” ujarnya singkat.

Sementara, Agus Amperianto, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menyatakan, bahwa pihaknya sudah menyarankan ke KSO untuk diskusi dengan dimediasi oleh Dinas tenaga Kerja Kabupaten Blora apabila memungkinkan. Hal itu dikatakannya terkait upaya yang dilakukan pertamina perihal permasalahan buruh GCI.

Saat disinggung terkait dihentikannya operasi 24 sumur produksi oleh GCI, pihaknya masih akan memastikannya dengan KSO.

“Semestinya proses mediasi dan diskusi yang berlangsung, jangan sampai menghentikan kegiatan operasi,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *