SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein mencatat masih ada 55 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya. Jumlah tersebut menyebar di 20 kecamatan.
“Sebanyak 55 RTLH itu dihuni oleh warga miskin,” ujar Wabup Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (4/4/2017).
Meskipun pemerintah telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk bedah rumah yang tidak sedikit, tapi faktanya sulit menurunkan jumlah RTLH. Dari 59 ribu RTLH tahun 2016 lalu, tahun ini hanya turun kisaran 5 ribu rumah.
Lamanya penyelesaian RTLH di wilayahnya kini masih menjadi pekerjaan rumah baginya. Untuk mempercepat renovasi, setiap kepala desa diminta untuk mendata ulang.
“Data itu untuk menentukan rumah mana yang harus direnovasi terlebih dahulu,” imbuh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Kecamatan Rengel ini.
Minimnya kemampuan anggaran APBD untuk renovasi RTLH juga diakuinya. Tahun ini pihaknya bakal menambah anggaran agar mampu merenovasi 1.000 rumah. Apabila hanya 400 sampai 500 rumah yang dapat diperbaiki, tentu membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menyelesaikannya.
Menyikapi hal ini, wakil ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Tri Astuti menilai, program yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam rangka pengentasan kemiskinan melalui renovasi RTLH cukup baik.
Mulai Anti Proverty Program (APP) dengan pendampingan masyarakat penerima bantuan. Ditambah konsep desa model 20 desa 20 kecamatan.
Selain program itu, Astuti meminta pemerintah meningkatkan progran pemberdayaan usaha ekonomi produktif. Sasarannya kelompok masyarakat miskin yang dibantu dalam bidang pertanian, maupun peternakan. (Aim)