Pastikan Lima Pelajar SMK Tak Lulus UNBK

Proses UNBK Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Meskipun Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, baru berjalan dua hari. Tapi lima pelajar sudah dipastikan tidak lulus. Hal ini karena sebelum ujian dimulai, mereka telah menyatakan mengundurkan diri.

“Kebetulan lima pelajar yang mundur dari ujian tahun ini berasal dari lembaga kami,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMK YPM 12 Tuban, Rohmad Sampurno, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Jalan Manunggal Tuban, Selasa (4/4/2017).

Dia merinci alasan anak asuhnya mengundurkan diri, dua diantaranya mengalami broken home (kerusakan rumah tangga). Satu pelajar sudah bekerja, dan dua lainnya ikut orang tuanya transmigrasi ke Kalimantan.

Sesuai regulasi kelima anak tersebut otomatis tidak lulus sekolah. Mengacu pada ketentuan satuan pendidikan, bahwa siapapun akan dinyatakan lulus ketika mengikuti semua kegiatan termasuk ujian.

Disinggung apakah ada kendala selama UNBK, Rohmad bersyujur jaringan listrik maupun insternet aman. Sebelum ujian berlangsung pihak Telkom, dan PLN juga menyatakan siap menyukseskan ujian. Pasca meneken Memorandum of Understanding (MoU) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tuban.

Baca Juga :   Lestarikan Budaya Jawa Lewat Pramuka

Diakuinya selama empat hari kedepan, dia membagi ujian dalam tiga tahap. Hal ini karena tidak sebandingnya fasilitas dengan 239 siswa yang mengikuti ujian. Solusi pembagian shift ini untuk mengurangi besarnya biaya pembelian komputer.

“Awalnya total ada 244 peserta UNBK, karena mundur lima jadi tersisa 239 anak,” jelasnya panjang lebar.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Tuban, Edi Sukarno, selama dua hari ini terus memonitor ke beberapa sekolah bersama pimpinan daerah. Dari total 4.884 peserta UNBK, semuanya berasal dari 29 lembaga SMK.

“UNBK SMK kali ini berlangsung empat hari, dengan satu mata ujian tiap harinya,” ujar pria yang pernah bertugas di SMKN 3 Tuban, SMKN Montong, dan SMK TJP Tuban ini.

Disampaikan pula, ketika ada kendala teknis pihak sekolah untuk tidak panik. Sudah ada operator khusus yang bakal membantu ketika dihubungi sewaktu-waktu. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *