Pemerintah Tunda Distribusi LPG Subsidi Tertutup

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Belum selesainya infrastuktur elpiji, membuat pemerintah menunda sementara penerapan distribusi LPG subsidi tertutup. Rencananya awal bulan Februari 2018 mendatang, sistem akan terealisasi di seluruh wilayah Indonesia.

“Kabarnya tertutup karena itu programnya pemerintah,” ujar Area Manager Communication & Relation Pertamina MOR V Heppy Wulansari, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Selasa (4/4/2017).

Perempuan humanis itu mengaku, selaku operator pada prinsipnya mengkuti kebijakan pemerintah. Apabila memang ditunda pihaknya harus menyesuaikan.

Dalam siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja, menjelaskan, keputusan tersebut diambil antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan kepala daerah di empat lokasi mulai Bangka Belitung, Bali, Lombok, dan Batam.

“Semula keempat titik ini akan menerapkan distribusi elpiji tertutup lebih awal,” imbuhnya.

Saat ini kementerian sedang fokus menyiapkan infrastruktur penunjang program subsidi elpiji 3 kilogram (Kg). Infrastrukturnya akan dibangun oleh perbankan nasional, berupa pengadaan mesin pembayaran. Sekaligus kartu non tunai yang akan dibagikan gratis, kepada penerima subsidi yang berhak.

Baca Juga :   300 Pekerja dan Kontraktor Lapangan Banyu Urip Ikuti Upacara Bendera

Mengenai teknis distribusi elpiji bersubsidi secara tertutup ini, pemerintah telah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan sosialisasi ke seluruh Indonesia. Angggarannya lebih kurang mencapai Rp 30 miliar. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media seperti televisi, radio, dan internet.

Lebih dari itu, Pertamina juga ditugaskan membuat kelompok diskusi terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di tiap daerah dengan melibatkan pemerintah setempat. Dilanjutkan mendata jumlah masyarakat yang berhak mendapat subsidi di Indonesia.

Catatan dari Kementerian ESDM, jumlah penerima subsidi elpiji saat ini sudah mulai berkurang dari 54 juta menjadi 26 juta. Diprediksi akan ada penambahan jumlah penerima subsidi, mengingat proses verifikasi data masih berlangsung.

Perlu diketahui, penerapan subsidi tepat sasaran untuk setiap rumah tangga diberi kuota tiga tabung setiap bulan. Sementara bagi usaha mikro, jatahnya sebanyak 9 tabung per bulan. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *