SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menjelang Ujian Nasional (UN) tanggal 10 April 2017 mendatang, suasana haru disertai isak tangis nampak pada raut muka 43 siswa/siswi Madrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah di Kelurahan Kingking, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kondisi tersebut mengiringi acara sungkeman tahunan bersama guru, dan orang tua yang kali ini juga dihadiri oleh Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad.
“Alhamdulillah acara sungkeman jelang ujian tahun ini mencetak sejarah karena dihadiri 2/3 wali murid,” ujar Kepala MA Ash Shomadiyah Tuban, Riza Shalihuddin Habibi, dengan mata berkaca-kaca kepada suarabanyuurip.com, ketika di temui di halaman sekolahnya, Jumat (7/4/2017).
Tradisi sungkeman yang berjalan selama 6-7 tahun ini, satu-satunya digelar di Pondok Pesantren Ash Shomadiyah. Hal ini beriringan dengan semakin jauhnya sikap pelajar dari kesantunan. Oleh karena itu, acara sakral semacam ini terus dilestarikan.
Meskipun jumlah anak didiknya tak sebanyak lembaga pada umumnya, tetapi publik diminta tidak memandang dari sisi itu. Selama ini lembaga yang dipimpinnya lebih menegedepankan kualitas dibanding kuantitas.
“Kalau di Ash Shomadiyah jangan tanya berapa siswa yang lulus, tapi tanyakan berapa siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri,” imbuh pria yang akrab disapa gus Riza ini.
Semua anak kelas 12 yang mengikuti sungkeman, 27 diantaranya dijamin lolos di perguruan tinggi negeri. Untuk memperkuat mental, tanggal 17 April 2017 mendatang semua siswanya bakal digembleng dalam kegiatan pesantren kilat.
Sebagai tamu kehormatan pada acara sungkeman, Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, sangat bangga dapat hadir ditengah puluhan siswa yang hendak menjalani ujian. Pimpinan di lembaga korp baju coklat di Tuban itu, mewanti-wanti siswa untuk semangat dan jujur dalam ujian.
“Ujian jangan dimaknai sebagai momok, tapi itulah fase perjalanan untuk meningkatkan kualitas peserta didik,” sambung pria kelahiran Makassar ini.
Sebagai contoh ketika masih duduk di Sejolah Dasar (SD), untuk menuju ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga harus dites dahulu. Begitupun juga dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke perguruan tinggi. Untuk menjadi pribadi yang berhasil tidak dapat diraih dalam waktu singkat/praktis.
Dalam kesempatan haru tersebut, Fadly membagi tips menghadapi UN, meliputi yakin 100 %, belajar giat, mempelajari soal ujian lima tahun kebelakang, sekaligus menjaga kesehatan badan dengan makan teratur, dan olahraga.
“Kalian melalukan apapun di dunia ini jangan hanya mencari kesuksesan semata, tapi terpenting harus memiliki nilai manfaat bagi sesama,” pesannya kepada semua siswa mengutip wejangan pimpinanya dulu.
Perwakilan siswi MA Ash Shomadiyah, Zulfatun Sholihah, berterimakasih dan meminta maaf kepada semua guru dan orang tuanya selama tiga tahun terakhir. Sebenarnya sungguh berat meninggalkan tanah yang penuh barokah ini, tapi perjalanan ke perguruan tinggi harus tetap dijalankan.
Permintaan maaf juga disampaikan kepada Polres Tuban, bila selama ini pelajar di Ash Shomadiyah kerap tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM), maupun helm saat berkendara di jalan raya.
“Terakhir mohon doa restu untuk menjalani ujian tahun ini,” pungkas gadis berwajah manis tersebut. (Aim)