SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Jalan Ngraho-Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya poros Desa Sidorejo – Desa Ketuwan ditanami pisang oleh warga. Karena mengalami kerusakan parah. Kondisi aspal badan jalan hancur dan membentuk kubangan maut yang membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan tersebut terjadi cukup lama, dan belum ada perhatian dari pemerintah. Sehingga membuat warga geram dan menanami pisang di jalan yang berlubang.
Menurut warga Ketuwan, Syaikhodin, warga sudah cukup kesal lantaran jalan tidak kunjung diperbaiki. Sehingga membuat arus lalu lintas terganggu. Apalagi saat turun hujan kubangan tertutup air dan licin membahayakan bagi pengendara yang melintasinya.
“Dengan terpaksa akhirnya warga menanami pisang sebagai wujud protes dan kekesalannya,” katanya, kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (7/4/2017).
Dia menjelaskan, aksi warga hari ini adalah aksi lanjutan, setelah pohon pisang yang ditanam warga di tengah jalan sebelumnya dicabut oleh perangkat dan petugas dari kecamatan.
“Cabut satu tumbuh seribu sampai ada perhatian. Hari ini ada banyak titik jalan rusak yang ditanami pohon pisang oleh warga,” ujanya.
Rusaknya jalan tersebut lantaran serinya dilewati truck dengan tonase berlebih. Akibatnya jalan hancur, aspal terkelupas, hingga akirnya berlubang disepanjang badan jalan tersebut.
“Beban angkutannya overload, jadi membuat jalan mudah rusak,†ucapnya.
Pemandangan pohon pisang yang berderet di jalan yang rusak tersebut ada sejak tadi pagi. Justru malah lebih banyak dari pada kemarin. “Semoga saja segera ada perhatian dari pemerintah untuk diperbaiki,” sambung Asep, warga yang lain.
Camat Kedungtuban, Dasiran, menyatakan, jika ruas Jalan Ngraho-Ketuwan akan dilakukan perbaikan tahun ini. Untuk pembangunannya, lanjut dia, dalam bentuk rigid benton. Sedangkan untuk volumenya masih dalam penghitungan.
“Tahun ini ada perbaikan, Mas. Saya sudah laporkan, untuk antisipasi awal akan di urug pedel dulu,” ujarnya melalui pesan singkat. (ams)