SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pasca dilakukan pemeriksaaan barang bukti di dalam mobil Daihatsu Terios putih bernomor polisi (Nopol) H 9037 BZ, ternyata motif enam teroris asal Jawa Tengah hanya balas dendam atas tertangkapnya dua tokoh Jamaah Anshorut Daullah (JAD) di Lamongan tanggal 8 April 2017 kemarin. Hal ini terungkap setelah tidak ada warga sipil yang disandera atau dilukai.
“Mereka murni melakukan aksi amaliyah atau balas dendam kepada petugas,” ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, dalam siaran pers di Mapolres Tuban, Sabtu (8/4/2017).
Tiga terduga teroris ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dua hari yang lalu yakni ZA, AB, dan ZH. Ketiga pelaku diduga berencana melakukan penyerangan terhadap salah satu Polsek di Lamongan.
Pelaku terduga teroris ini merupakan orang yang ditengarai ditunjuk oleh Oman Abdurahman sebagai pimpinan Jamaah Anshorut Daullah (JAD). Oman merupakan napi kasus teroris yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.
“Pada peristiwa sebelumnya ada pembelian senjata api di Philipina, yang 2 senjata api itu dipakai pada saat peristiwa bom Thamrin, dan 3 lainnya masih dicari,” jelas Kapolda.
Ketiganya juga masuk dalam kelompok SM yang ditangkap di Cilegon bulan lalu. Kabarnya kelompok Lamongan ini berencana menyerang Polsek Brondong pekan depan. (Aim)