18 Kecamatan Berpotensi Longsor

kepala BPBD Tuban

SuaraBanyuurip.comAli imron

Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur, meminta warga yang berada di 18 kecamatan untuk mewaspadai potensi Gerakan Tanah (Gertan) yang dapat mengakibatkan longsor. Informasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Gertan terjadi selama bulan April 2017.

“Dari 18 kecamatan itu lima diantaranya merupakan daerah penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas),” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com melalui sambungan teleponnya, Selasa (11/4/2017).

Penyebab utama Gertan di Tuban adalah ulah manusia. Berbeda dengan daerah lain, karena memang faktor alam. Dimana secara geografis komposisi kandungan tanah lebih besar dari bebatuan.

Tuban yang secara geografis batu bertanah, sangat besar potensinya terjadi Gertan. Apalagi hampir di 18 kecamatan ada penambangan manual ataupun skala industri.

“Salah satu pemicu Gertan adanya peledakan batu kapur di sekitar wilayah industri tambang,” imbuhnya.

Data yang dirilis Badan Geologi, lima kecamatan penghasil Migas yang berpotensi Gertan meliputi, Kecamatan Senori dan Kenduruan. Wilayah ini Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina Eksplorasi Pertambangan (EP) Asset 4 Field Cepu.

Baca Juga :   Petani Blok Cepu Garap Sawah Pakai Sepeda Motor

Kemudian Kecamatan Rengel, Soko, dan Merakurak masuk WKP Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Ditambah Kecamatan Palang sebagai pusat stasiun pipa Lapangan Banyuurip, Blok Cepu menuju floating storage and offloading (FSO) Gagak Rimang, milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Sedangkan untuk kecamatan lain yakni Bancar, Bangilan, Jatirogo, Jenu, Kerek, Montong, Parengan, Plumpang, Semanding, Singgahan, Tambakboyo, Widang.

“Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur 30 kabupaten juga berpotensi Gertan termasuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan,” imbuhnya.

Saat ini, BPBD baru meminta rekomendasi khusus dari Badan Geologi terkait Gertan. Parameter apa yang menjadikan jumlah titik Gertan di wilayahnya bertambah. Apalagi saat ini belum ada pemetaan khusus, terkait Gertan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).

Perlu diketahui, pada tahun 2016 lalu hanya ada tiga kecamatan yang tanahnya bergerak yakni, Kecamatan Kenduruan, Jatirogo, dan Montong. Sedangkan tahun 2017 ini lebih banyak yakni 18 kecamatan.

Sampai saat ini pendeteksian secara teknologi masih belum ditemukan secara akurat, potensi- potensi longsor atau turunnya permukaan tanah. Berbeda dg potensi banjir dan tsunami atau gempa.

Baca Juga :   Pendemo Diminta Mendaftar di Disnakertran

Apabila muncul retakan tanah atau bangunan serta turunnya permukaan tanah, masyarakat agar lebih waspada. Hanya dengan terkena hujan, akan berpotensi terjadi longsor selanjutnya bisa melaporkan kepada aparat terdekat.

“Pasca laporan itu diteruskan ke BPBD, langsung akan dilakukan assesment sampai dengan tindakan evakuasi warga,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *