SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Desa Katur dan Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memblokade jalan menuju proyek Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Rabu (12/4/2017). Aksi ini dilakukan karena lalu lalang kendaraan proyek PT Pembangunan Perumahan (PP), pelaksana proyek sipil JTB, menimbulkan polusi debu.  Â
“Debu dari kendaraan proyek menganggu pegendara dan mengancam kesehatan warga sekitar,” kata Ketua Paguyuban Kepala Desa Gayam, Sukono, saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, Rabu (12/4/2017).
Sudah ada hampir satu mingu kendaraan proyek lalu lalang melewati jalan desa. Sementara penyiraman jalan yang dilakukan kontraktor dinilai masih sangat kurang.
Dari pengamatannya, penyiraman dilakukan satu atau dua kali. Itupun tidak berpengaruh mengingat cuaca yang sangat panas.Â
“Kami minta penyiraman jalan ditambah volumenya,” tegas Kepala Desa Katur itu.
Warga setempat sebenarnya sangat mendukung adanya proyek JTB yang dikendalikan Pertamina EP Cepu (PEPC) ini. Tetapi operator dan kontraktor pelaksana juga harus menjaga lingkungan sekitar.Â
“Apalagi ada sekolah dan puskesmas di Desa Gayam, pasti dampak debu mengenai anak-anak dan warga yang sakit,” tegasnya.Â
Aksi ini dilakukan warga dan pemerintah desa di sepanjang jalan menuju Lapangan Gas JTB. Yakni Katur, Ringintunggal, Gayam, dan Mojodelik.Â
Puluhan dump truk yang sedang mengangkut tanah urug dilarang melintas. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan proyek yang terparkir di sepanjang jalan Kalitidu – Gayam.
suarabanyuurip.com sedang berupaya mendapatkan konfirmasi dari PT PP terkait aksi tersebut.(rien)