SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada operator Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), untuk membuat tempat pembuangan akhir (TPA) transit untuk mengantisipasi meningkatnya volume sampah proyek di wilayah barat.Â
“Iya, itu harus. Karena dengan kegiatan proyek migas itu pasti ada peningkatan volume sampah,” kata Kepala DLH, Nurul Azizah, saat ditemui Suarabanyuurip.com dikantornya, Rabu (12/4/2017).
Nurul menjelaskan, untuk limbah bahan beracun tetap pembuangannya dilakukan dengan PT Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI). Sedangkan limbah rumah tangga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup.
“Jadi, sebelum dibuang ke tempat masing-masing harus ada tempat penampungan khusus yakni TPA transit,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan PEPC, Kunadi, belum memberikan komentarnya terkait hal ini. Saat dihubungi melalui sambungan telephone tidak ada jawaban.(rien)