SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Protes yang dilakukan warga dan pemerintah desa (Pemdes) di sepanjang jalan menuju proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung (J-TB) di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (13//4/2017) kemarin, direaksi PT Pembangunan Perumahan (PP).
Kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) yang mengerjakan pekerjaan sipil di Lapangan J-TB itu menyanggupi tuntutan warga dan pemerintah desa untuk menambah penyiraman jalan.
“Sudah ada kesepakatan, antara warga dan PP,” ujar Public and Government PEPC, Edi Arto, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Kamis (13/4/2017).Â
Dari hasil pertemuan yang difasilitasi Muspika Gayam yang digelar kemarin, anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan menambah mobil unit tangki air agar bisa meningkatkan kapasitas penyiraman setiap harinya.Â
“PP juga akan melibatkan warga di Kecamatan Gayam untuk penggunaan tangki. Tapi jumlahnya berapa saya kurang tahu. Detailnya ada di PP,” ucap Edi Arto. Â
Selain terkait penyiraman jalan, PT PP juga berjanji akan mengatur ulang jadwal traffic kendaraan proyek. Mengingat selama ini lalu lalang kendaraan melalui pasar desa yang pada waktu tertentu aktifitasnya cukup ramai.
“Pada pasaran pahing dan wage, kendaraan proyek akan beraktivitas di atas jam 9 pagi,” tandasnya.
Sebelumnya, warga dan empat pemerintah desa melakukan pemblokiran jalan menuju proyek JTB karena polusi debu akibat transportasi kendaraan proyek JTB. Ke empat pemerintah desa itu adalah Katur, Ringintunggal, Gayam, dan Mojodelik.(rien)