Tunggakan JKN KIS Bojonegoro Capai Rp6 Miliar

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bojonegoro, Jawa Timur, mengklaim tunggakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Bojonegoro mencapai Rp6 miliar lebih. Jumlah tersebut terhitung sejak Januari 2014 hingga April 2017 ini. 

“Kami berharap, Pemkab Bojonegoro mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan tunggakan ini,” kata Kepala BPJS Kesehatan Bojonegoro, Masrur Ridwan,  di Synergi Room Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (13/4/2017).

Solusi tersebut adalah dengan segera mengintegrasikan atau penyesuaian pembiayaan yang selama ini digunakan untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dialihkan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Pembiayaan Jamkesda bisa digunakan untuk pembayaran JKN untuk kelas tiga,” sarannya.

Menanggapi tunggakan tersebut, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Djoko Lukito mengatakan, yang harus diperbaiki saat ini adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa jaminan kesehatan termasuk upaya meningkatkan kualitas kesehatan. 

“Pemkab akan mengintensifkan berbagai hal untuk meningkatkan kepesertaan JKN,” imbuhnya. 

Data yang didapat suarabanyuurip.com, dari jumlah penduduk Bojonegoro sebanyak 1.298.551 jiwa, baru  727.403 jiwa yang memiliki JKN. Sementara sisanya, 571.148 jiwa belum memiliki JKN.(rien) 

Baca Juga :   BLH Bimbing Jambore Lingkungan Saka Kalpataru

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *