Candra Marimar Harumkan Indonesia di Thailand

Harumkan indonesia

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron 

Tuban – Candra Marimar (16), gadis kelahiran Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang South Asian Championship Kadet/Yunior di Thailand. Putri dari pasangan Sumadi (55), dan Jumiah (50) ini, menyabet juara dua dengan membawa pulang medali perak.

“Keberhasilan Candra kali ini merupakan buah kerjakerasnya selama ini,” ujar Pelatih gulat Tuban, Nur Khamid, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban, Kamis (13/4/2017) kemarin.

Pegulat putri yang digadang menjadi masa depan Indonesia ini, sewaktu kejuaraan di Thailand hanya kalah dari atlet Vietnam. Meskipun tuan rumah Thailand menurunkan tujuh atlet terbaiknya, tapi Indoensia mampu menunjukkan taringnya di mata dunia.

Kegigihan dan disiplin tinggi Candra sewaktu latihan tidak bisa diremehkan. Dalam sepekan dia dapat berlatih delapan kali. Empat kali di SMAN Soko, dan sisanya dihabiskan di SMPN 2 Soko.

“Dibandingkan atlet lainnya Candra paling rajin, karena yang lain rat-rata latihan empat kali dalam seminggu,” imbuh Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban ini.

Baca Juga :   Tiga Pesilat Bojonegoro Juara Tarung Bebas di Wonogiri

Candra sendiri bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Melainkan keluarganya masuk dalam daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Berawal dari pendataan tim PKH inilah, nama Candra mulai melejit di Nasional.

Diantara prestasi yang pernah diraih Candra yakni, juara 1 Popda Jatim, dan juara 1 kejurnas gulat Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP).

Prestasi PPLP tersebut yang menjadi tiket Candra untuk berlaga bersama 10 negara se-Asia Tenggara mulai tanggal 1-8 April 2017 kemarin.

Sementara, Candra Marimar mengaku, awalnya tidak suka dengan olahraga banting membanting itu. Hanya saja karena dia bercita-cita membahagiakan orang tuanya melalui prestasi, akhirnya keinginannya di wujudkan menjadi atlet gulat.

“Alhamdulillah dapat menyumbang medali perak untuk Indonesia, dan terpenting membahagiakan bapak dan ibu,” jelasnya.

Dia mengaku, sebelum masuk di Smanor Sidoarjo, di luar jam berlatih biasa mencari rumput untuk sapinya. Kedua orang tuanya yang menjadi buruh tani itu, menjadikannya memiliki etos latihan tinggi.

Melihat putri Tuban berprestas, Ketua KONI Tuban, Mirza Ali Mansyur, sangat bangga dengan raihan medali perak itu. Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, dia langsung memberikan bonus kepada Candra sebesar Rp 1 juta.

Baca Juga :   Buka Kompetisi Ngumpakdalem Cup II U-40, Sekda Nurul Ajak Warga Wujudkan Bojonegoro Adem Ayem

“Meski nominalnya kecil, tapi jangan dilihat dari sisi itu,” terangnya.

Apresiasi ini sebagai bukti, bahwa Pemkab Tuban sangat memperhatikan anak asuhnya yang berprestasi. Semoga perjalanan Candra mampu menjadi motivasi atlet Bumi Wali yang lainnya.

Perlu diketahui setelah Candra tiba di Bandara Juanda, tim Kementerian Sosial (Kemensos) langsung menjemputnya untuk bertolak ke Kabupaten Nganjuk. Waktu itu Menteri Sosial, Khofifah telah lama memantau perjalanan Candra.

Akhirnya dalam pertemuan itu, Candra diperkenalkan ke publik bahwa untuk berprestasi tidak hanya berasal dari keluarga berkecukupan.

Hanya dengan semangat tinggi, Candra mampu membuktikan prestasi kepada orang tuanya yang menerima PKH dari Kemensos. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *