SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Hujan lebat selama 4 jam yang mengguyur wilayah Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengakibatkan jalan kabupaten turut Desa Jimbung terputus setelah gorong-gorong ambrol tergerus derasnya air. Akibatnya aktivitas warga terganggu. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.
Menurut Ngaripah (49), warga RW 3 Desa Jimbung menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.45 WIB, Rabu (12/4/2017) kemarin.
“Hujan turun selama 4 jam dan airnya jadi satu hingga air meluber ke jalan raya. Akibatnya menjadikan jalan putus karena gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung derasnya air,” katanya.
Sebelumnya, sempat ada dua kendaraan truk dan mobil yang melintas. Setelah beberapa saat, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah gorong-gorong.
“Setelah kami lihat ternyata gorong-gorong ambrol,” kata dia.
Sebenarnya, kata dia, kerusakan gorong-gorong sudah terjadi cukup lama, namun tidak segera ada perbaikan. “Landasan bawah dan talut sudah hilang. Sehingga air menggerus bagian bawah secara terus menerus,” jelasnya.
Dengan peristiwa itu aktivitas warga jadi terganggu, dan arus lalu-lintas lainnya juga macet. Semula untuk mencapai rumah tetangga yang berada di RW 3 cuma berjarak beberapa meter dari rumah dan dipisahkan dengan anak sungai. “Sekarang harus memutar hampir 3 km untuk mencapai RW sebelah,” jelasnya.
Kondisi berbeda terjadi di Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban, yang bersebelahan dengan Desa Jimbung, terdapat 100 rumah yang terendam banjir hingga mengakibatkan kerusakan ringan. Lantaran hujan deras yang mengguyur pada malam itu hingga mengakibatkan lingkungan rumah warga terbentuk cekungan.
“Hari ini kami usahakan bantuan kepada keluarga terdampak,” kata Kepala Desa Ketuwan, Muhtar.
Pihaknya tengah melakukan pendataan, rumah warga mana saja yang layak untuk mendapatkan bantuan tanah urug. “Kami masih melakukan pendataan,” jelas dia.
Camat Kedungtuban, Dasiran, mengaku, mendengar adanya peristiwa itu pihaknya langsung meninjau lokasi untuk mengetahui kondisi jalan yang ambrol tersebut. “Kami sudah melaporkan ke Sekretaris Daerah tentang hal ini. Untuk penanganan awal, nanti akan dipasang besi baja ukuran besar untuk akses warga,” kata dia.
Saat ditanya apakah tahun ini ada perbaikan pada jalan kabupaten di Desa Jimbung, pihaknya mengaku tidak ada. “Tapi nanti bisa diusahakan dari anggaran perubahan. Atau anggaran penanganan bencana, karena ini termasuk keadaan bencana alam,” terangnya.
Untuk Desa Ketuwan, lanjut dia, sudah dilakukan peninjauan. “Dan kami juga sudah melaporkan,” pungkasnya.(ams)