SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum memutuskan sumber pendanaan untuk penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10 % Blok Tuban. Padahal penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of understanding/MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jatim, Pemkab Bojonegoro, Gresik dan Lamongan telah dilaksanakan pada akhir 2016 lalu.
“Sampai sekarang belum ada informasi detail berapa dana yang harus disiapkan oleh daerah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (19/4/2017).
Untuk prakiraan berapa anggaran awal yang disertakan, Budi belum dapat menjelaskan karena untuk nilai PI 10 persen saja belum diketahui. Yang pasti, lanjut dia, pihaknya tidak akan menggunakan dana APBD karena tidak cukup dan akan berimbas pada pembangunan infrastruktur daerah.
“Akan kami carikan sumber lain, yang jelas bukan dari APBD,” tegas Budi.
Kabar sementara untuk pendanaan PI Blok Tuban, akan ditanggung oleh BUMD Provinsi Jatim. Oleh karena itu, Budi bakal koordinasi dengan Pemprov Jatim bagaimana skema kedepannya.
“Kami harapkan skema pendanaan yang dipilih tidak merugikan daerah serupa kasus kabupaten tetangga,” imbuh mantan Kepala Bappeda Tuban ini.
‪Diketahui, dalam isi nota kesepahaman tersebut working interest dibagi menjadi dua bagian, yaitu participating interest privilege sebesar 10% dan participating interest non privilege 90%.
‪Dimana besarnya proporsi pembagian participating interest (PI) privilege 10% dihitung berdasarkan besaran saham dari masing-masing daerah. Selanjutnya atas dasar rumus pembagian saham dan estimasi biaya PI 10% yang mengacu pada UU 33 tahun 2004 pasal 19, tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, serta perhitungan perkiraan cadangan migas di masing-masing Kabupaten (Lapangan, Lead dan Prospek).
‪Sementara untuk PI non privilege, sebesar 90% tiap-tiap daerah akan diupayakan perolehan, dan pembagiannya yang mengacu pada perhitungan yang akan dilakukan oleh konsultan atau dengan kesepakatan para pihak.
Blok Tuban yang kini dioperatori JOB P-PEJ memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi. Secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. (aim)