Bangun Wisata Sendang Simo Kembang Sekitar Blok Cepu

Sendang simo kembang

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Meski kadang melakukan aksi pemblokiran aktivitas proyek minyak dan gas bumi (Migas). Tokoh masyarakat Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, Sumber Purnomo, juga memiliki ide sangat luar biasa untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar proyek migas. Berencana membangun pemandian atau wisata kolam misalnya.

Wisata pemandian tersebut bakal dibuat di Dusun Bendo, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. Dengan luas lokasi kurang lebih satu hektar.

“Rencana di Sendang Jumat Wage ini mau saya bikin wisata kolam atau pemandian. Tempatnya di lahan saya sendiri seluas sekira satu hektar. Nama wisatanya nanti adalah Sendang Simo Kembang,” kata Sumber Purnomo, kepada suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu.

Pak Ed sapaan akrab Sumber Purnomo, menjelaskan, ide membangun wisata pemandian bermula saat warga banyak yang mengeluhkan adanya pohon besar di sendang cabangnya sering patah diterjang angin. Sehingga berbahaya bagi warga jika sedang lewat dibawah pohon besar tersebut.

Dari keluhan masyarakat itu, lanjut dia, muncul ide untuk membangun wisata sekitar Migas baik Banyuurip, Blok Cepu maupun Jambaran Tiung-Biru (J-TB) ini. Tujuannya selain sejarah peninggalan nenek moyang seperti sumber air sendang tidak punah, masyarakat juga bisa meningkatkan perekonomiannya dari sektor wisata.

Baca Juga :   Tim Penilai Geopark Nasional Kagumi Museum 13 SDN Panjunan 2 Bojonegoro

“Pengelola wisatanya nanti kan warga sini. Kemudian juga bisa mendirikan warung-warung sepanjang jalan masuk wisata kolam untuk berjualan,” ujar pria yang juga Direktur PT Gayam Asri Manunggal (GAM) ini.

Tahapan yang sudah dilakukan adalah memotong cabang pohon, dan membersihkan tanaman lain yang ada disekitarnya. “Saya dan tokoh masyarakat mulai hari Rabu 19 April 2017 membersihkan lokasinya. Selain membuat kolam rencananya juga membuat pesanggrahan untuk tempat pertemuan,” ucapnya.

“Harapan kami Pemkab Bojonegoro maupun perusahaan Migas baik Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan ExxonMobil Cepu Limited (EMC) memberikan dukungan yang positif atas upaya yang kami lakukan ini,” imbuhnya.

Disinggung mengapa kadang melakukan pemblokiran aktivitas proyek migas yang ada. Pria bertubuh jangkung ini tidak mengelak atas aksi yang dilakukannya. Karena aksinya demi membela warga sekitar yang terkesan tertindas.

“Maaf bukan bermaksud jumawa, siapapun orangnya asal menindas rakyat tetap kami lawan. Seperti polusi debu akibat aktivitas dump truck pengangkut material proyek J-TB yang membuat warga resah, karena penyiraman jalan tidak maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga :   Gayam Hidupkan Lagi Kesenian Reog

“Alhamdulillah setelah saya kumat melakukan aksi pemblokiran beberapa waktu di jalan Gayam dengan warga. Langsung ada perhatian dari perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Kang Yoto sapaan akrab Bupati Suyoto melakukan sidak langsung, dan rencanannya perusahaan migas segera mengaspal jalan,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *