SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Proyek penanaman Pipa Gas PT Pertamina Gas (Pertagas) Gresik -Semarang (Gresem) di Kelurahan Babat dan Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, belum ada tanda-tanda akan dimulai.
“Sudah lama tidak ada kabar kelanjutan proyek penanaman Pipa di wilayah Kelurahan Babat. Entah dilanjutkan atau tidak, saya tidak tahu,” kata Lurah Babat, Siti Aminah, kepada suarabanyuurip.com.
Padahal setahun lalu pihak perwakilan PT Pertagas dengan melibatkan Kelurahan Babat sudah melakukan pemetaan dan pendataan lokasi yang akan digunakan untuk penanaman pipa gas.
“Dulu saya dengan anggota Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan Babat rajin menemani petugas dari perwakilan Pertagas turun langsung kelapangan meninjau lokasi,” kata Siti Aminah yang kala itu masih menjabat Sekretatis Kelurahan (Seklur) Babat.
Seingatnya saat itu lokasi yang bakal dipergunakan penanaman pipa sebagian besar merupakan tanah PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Senada dikatakan Lurah Banaran, Cucuk Subagiyana. Menurut Cucuk, hingga saat ini memang belum ada kabar maupun pemberitahuan tentang kelanjutan penanaman pipa gas PT Pertagas di wilayahnya.
“Belum ada kabar sama sekali terkait kelanjutannya, Mas,” terangnya dihubungi via handphonenya.
Dirinya mengharapkan, jika sudah dimulai proyek penanaman pipa pihak kelurahan dilibatkan untuk mengawal suksesnya proyek negara itu diwilayahnya.
Sementara proyek penanaman pipa gas disepanjang jalan Kebonagung–Bedahan, Kecamatan Babat sebagian sudah selesai dikerjakan.
“Penanaman pipa sudah dilakukan dibeberapa desa yang sudah tidak ada persoalan pembayaran ganti rugi lahan. Sedangkan yang belum selesai masih dipending pengerjaannya,” kata mandor Proyek PT Sahabat salah satu perusahaan yang terlibat menangani penanaman pipa gas, Darmuni, dalam satu wawancara dengan Suarabanyuurip.com.
Sementara Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Babat, Supaat menambahkan, proses ganti rugi kepada warga untuk proyek penanaman pipa gas sepengetahuannya semua telah rampung. (tok)