SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada operator Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC) mendukung program three in one. Yakni dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja (Naker) Bojonegoro.
“Three in one itu maksudnya dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Agus Suprianto, Senin (24/4/2017).
Peningkatan kompetensi ini sangat dibutuhkan warga Bojonegoro menjelang adanya beberapa pabrik besar yang akan dibangun di Bumi Angkling Dharma-sebutan lain Bojonegoro. Diantaranya pabrik gula, pabril rokok, pabrik sepatu, dan pabrik garmen.Â
“Dengan diberikannya pelatihan dan sertifikasi, maka ikut pula meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja,” tandasnya.
Dengan program ini diharapkan, masyarakat Bojonegoro bisa ikut serta dalam mendapatkan peluang pekerjaan. Termasuk menekan angka pengangguran yang setiap tahunnya meningkat.Â
Sesuia data di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, jumlah pengangguran tahun 2016 lalu mencapai 22.234 orang. Jumlah tersebut meningkat di tahun 2017, yakni per Maret lalu telah mencapai sebanyak 23.000 orang.
“Lebih besar lagi harapan kita adalah di proyek Jambaran-Tiung Biru. Karena sebagian besar pengangguran merupakan mantan pekerja di Blok Cepu,” pungkas Agus.
Menanggapi permintaan tersebut, Public Government Affairs ( PGA) Superintendent PEPC, Edy Purnomo menjelaskan, selama ini pihaknya terus mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam melakukan pelatihan dan sertifikasi baik di bidamg migas maupun kewirausahaan.
“Seperti yang sekarang ini kami lakukan dengan melatih 20 pemuda Bojonegoro untuk welder bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, BLK, dan Pusdiklat Cepu,” tambah Edy Purnomo.(rien)