Alami Dehidrasi, Sa’roni Dijemput Tim Rescue BPBD

Evakuasi pemanjat tower

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjelang 11 jam di atas tower TI Control Processing Area (CPA) Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban, Sa’roni mengalami dehidrasi (kehilangan banyak cairan), kaki kram, dan tubuh lemas. Mengetahui hal ini, tim rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur langsung menjemput yang bersangkutan.

“Penjemputan dilakukan sekira pukul 17:40 WIB,” ujar Kepala Desa Rahayu, Sukisno, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan telepon, Selasa (25/4/2017).

Keputusan menjemput Sa’roni merupakan hasil koordinasi antara Polsek, Koramil, Satpol PP Kecamatam Soko, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) BPBD Tuban, dan Pemerintah Desa Rahayu.

“Akhirnya diputuskan bersama untuk mengevakuasi Roni secepatnya sebelum malam tiba,” jelasnya.

Evakuasi langsung dilakukan oleh 2 orang tim rescue menggunakan teknik Lawering (memindahkan orang dari atas ke bawah). Karena tubuh Roni sudah lemas, tim reacue dengan mudah dapat menurunkan yang bersangkutan.

Setelah berhasil turun, Sa’roni langsung dibawa petugas ke klinik JOB P-PEJ di Pad B. Ditempat inilah pria yang memiliki satu istri dan anak, lansung mendapatkan penanganan cepat.

Baca Juga :   ICP Agustus Turun Menjadi USD67,80 per Barel

Sukisno mengakui, selama ini Roni memiliki kebiasaan unik. Ketika tidak mendapatkan pekerjaan dari JOB P-PEJ, pasti langsung membuat sensasi.

“Sudah dua kali ini manjat tower, aksi pertama tahun 2013 silam,” jelasnya.

Selain itu, pihak JOB P-PEJ juga berjanji memberikan pekerjaan untuk Roni. Jenis pekerjaan dan kapan bekerjanya, masih akan dibahas lebih lanjut. Intinya akan dicarikan pekerjaan sesuai skil yang dimiliki pengusaha pemancingan ikan tersebut.

Dikonfirmasi terkait penyelamatan Roni, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, belum bisa memberikan keterangan resmi kepada suarabanyuurip.com.

Sampai berita ini ditulis, pihak JOB P-PEJ juga belum memberikan statment resmi terkait aksi warga ring 1 di dalam objek vital negara.

Diketahui, Sa’roni mulai naik tower sekira pukul 07:30 WIB. Dugaan sementara yang bersangkutan disinyalir menerobos masuk melalui pagar dekat rumahnya. Tanpa sepengetahuan petugas security, Roni sudah berada di ketinggian 45 meter di atas permukaan tanah. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *