Jalan Kebomlati Nyaris Putus

jalan keblomati

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Naiknya Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo dua hari lalu, telah mengakibatkan jalan di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, nyaris putus. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, beberapa rumah warga sekitar terancam longsor.

“Setiap volume air bengawan naik kemudian surut, tanggul jalan langsung longsor,” ujar warga Kebomlati, Mbah Jenggot, dalam laporannya ke Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Kamis (27/4/2017).

Pria berusia lansia tersebut menjelaskan sampai kini jalan yang berfungsi sebagai tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa, itu belum terpasang tanda batas aman melintas. Untuk itu warga selalu berhati-hati karena lokasinya tepat di tikungan jalan.

Dalam 2 hari terakhir, dari pantauannya, badan jalan desa setempat sudah amblas sekira 50 Centimeter (Cm). Warga meminta segera ada penanganan dari pihak berwenang yakni BBWS Bengawan Solo.

“Minimal ada bronjong, karena pihak desa sudah tidak ada wewenang penanganan,” imbuhnya.

Baca Juga :   Karnaval TK Pukau Masyarakat Tuban

Menyikapi laporan ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono menjelaskan, kewenangan pembangunan tanggul maupun penanganan longsor merupakan wewenang BBWS Bengawan Solo. Saat ini pihaknya sedang mengirim laporan by email terkait kondisi tanggul di Desa Keblomati.

“Kita laporkan by email sekaligus koordinasi kondisi terbaru by phone,” jelasnya.

Diketahui, proyek pembangunan tanggul seluruhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 15 miliar. Sedangkan untuk pembebasan lahannya ditanggung APBD Tuban, dan APBD Provinsi Jatim kurang lebih Rp 11,5 miliar.

Catatan Pemkab Tuban proyek multiyears itu, sepanjang 25 kilometer dari tepi sungai di perbatasan Bojonegoro sampai Tuban. Pembangunan tanggul melewati dua kecamatan dan 11 desa.

Tanggul kiri Bengawan Solo yang akan dibangun di Kecamatan Soko melewati Desa Menilo, Simo, Kendalrejo, Glagah Sari, Kenongo Sari, dan Desa Pandan Agung. Sementara tanggul kiri itu juga akan melewati Desa Sumberrejo, Tambakrejo, Kanorrejo, Karangtinoto, dan Ngadirejo. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Peringati HUT ke 5, MI Santuni Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *