SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hanya akan melakukan tambal sulam terhadap jalan kabupaten yang rusak, termasuk jalan kabupaten di wilayah proyek Unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Desa Mediunan, Kecamataman Ngasem
Tambal sulam terpaksa dilakukan karena saat ini Pemkab Bojonegoro sedang melakukan efisiensi anggaran akibat tidak sesuainya pendapatan dari dana bagi hasil (DBH) migas.
“Ya sementara akan kita perbaiki, tapi belum bisa dituntaskan semuanya,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Bojonegoro, Andy Tjandra, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (27/4/2017).
Perbaikan yang dilakukan akan dimulai dengan membuat pondasi terlebih dahulu. Namun, karena adanya efisiensi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017, maka yang dilakukan hanyalah bersifat tambal sulam saja.Â
“Mengingat semuanya serba terbatas, jadi harap bisa dimaklumi,” ucap Andy.Â
Dengan adanya efisiensi anggaran tersebut, pihaknya tidak berani mengeluarkan semua program yang sudah disusun dalam APBD 2017 untuk dilaksanakan.Â
“Kami khawatir nanti setelah dikerjakan ternyata ada pemangkasan anggaran,” tandasnya.
Saat ini, perbaikan jalan akan dilakukan pada titik-titik yang urgent. Karena, dari awal anggaran yang dipagukan sebesar Rp96 miliar, kini berkurang lagi menjadi Rp66 miliar.Â
Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Mediunan meminta Pemkab Bojonegoro segera membangun jalan kabupaten mulai dari Desa Setren, Kecamatan Ngasem hingga Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu. Karena hingga saat ini jalan tersebut belum pernah disentuh pembangunan. Justru perbaikan selama ini dilakukan oleh pemdes.(rien)