Persatu Raih Tiga Poin di Laga Perdana

persatu

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Kesebelasan Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM) Yogyakarta, Jawa Tengah, terpaksa harus pulang dengan menundukan kepala karena kecolongan tiga poin di kandang Persatu Tuban, Jawa Timur. Gol semata wayang laskar Ronggolawe ke gawang PSIM tercipta di menit 22 di babak pertama.

“Kami akui dalam laga tandang perdana ke Stadion Lokajaya Tuban belum beruntung,” ujar pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto, kepada suarabanyuurip.com usai pertandingan, Sabtu (29/4/2017).

Dalam pertandingan tersebut, semua tendangan pemain laskar Mataram, mengarah ke gawang Persatu yang dijaga oleh Fajar Setiabudi (66). Hanya saja selama 93 menit berjalannya pertandingan, anak asuhnya kurang konsentrasi.

Dalam 45 menit babak pertama saja pemain PSIM terjebak offside empat kali, dan sekali di babak kedua. Ditambah sering kali salah paham antar pemain ketika mengumpan si kulit bundar.

“Itu evaluasi besar kami dan menjadi pengalaman untuk menjamu Persatu di stadion Sultan Agung Yogja pada tanggal 27 Juli mendatang pada putaran kedua Liga 2,” tegasnya.

Baca Juga :   Dukung UMKM Lokal, Smartfren Gelar Fun Run di Bojonegoro

Kemengan kali ini membuat pelatih kesebelasan Persatu Tuban, Edi Sudiarto bangga dengan gol yang dicetak oleh pemain bernomor punggung 77, Wirahadi Kusuma. Tiga poin ini penting bagi laskar Ronggolawe untuk terhindar dari degradasi di klub V Liga 2 2017.

“Karena ini laga home perdana banyak pemain yang cidera termasuk kapten klub Danu Rosade di babak kedua,” jelasnya.

Pelatih asal Kabupaten Malang ini, belum mau membeber skema yang digunakan dalam laga home kedua tanggal 6 Mei melawan Martapura Fc. Disinggung apakah tetap memakai skema pertahanan offside, dia menegaskan hanya pada saat genting akan digunakan.

“Tidak mesti pakai jebakan offside, tentu menyesuaikan kondisi,” terangnya.

Pantauan selama petandingan, kedua klub saling jual beli serangan di hadapan 5.000 penonton yang menyaksikan. Hanya saja setelah kapten Persatu Danu Rosade cidera dan ditarik ke luar lapangan, permainan laskar Ronggolawe sempat kocar-kacir.

Beruntung atas arahan dari coach Edi, anak-anak Persatu dapat bertahan hingga wasit I Dewa Komang Santika meniup peluit sebagai berakhirnya pertandingan.

Baca Juga :   Persibo Bojonegoro Tundukkan Persewar Waropen 3-1

Pada menit-menit terakhir, kekalahan klub PSIM di kandang Persatu ternyata tidak diterima oleh suporternya. Beberapa kali hingga pertandingan selesai, aksi kejar-kejaran petugas kepolisian dengan suporter PSIM tak terhindarkan. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *