Pemkab Sayangkan Menjamurnya Pertamini

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, melalui Dinas Perdagangan menyayangkan, makin banyaknya Pertamini yang berdiri di beberapa wilayah di Bojonegoro.

“Padahal, sudah kami ingatkan melalui sosialisasi terkait regulasi maupun keamanan pertamini itu sendiri baik kepada masyarakat maupun para pemilik Pertamini,” kata Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan, Dinas Perdagangan, Agus Hariana, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Senin (1/5/2017).

Bahkan, pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan Camat agar menghimbau warganya untuk tidak berbisnis Pertamini. Mengingat belum ada regulasi yang mengatur. Bahkan, keamanannya masih dipertanyakan.

“Tapi sekarang malah makin banyak,” ujarnya heran.

Menurutnya, untuk melakukan penertiban terhadap keberadaan Pertamini tersebut, Dinas Perdagangan tidak memiliki wewenang. Yang berhak menindak adalah petugas Kepolisian karena melanggar undang-undang migas.

“Kami hanya berharap, semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Aman aman saja, apalagi lokasi Pertamini ada diantara pemukiman warga,” tukasnya.

Pantauan Suarabanyuurip.com, Pertamini di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, semakin bertambah. Dari awalnya satu pengusaha yang memiliki Pertamini, kini bertambah dua Pertamini lagi.

Baca Juga :   Dewan Temukan Bangunan Puskesmas Jepon Bocor

Dari keberadaan Pertamini tersebut, ada yang menempelkan stiker Pemkab  Bojonegoro dan Pertamina.

Dilansir dari situs resmi Pertamina,  menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, menegaskan, Pertamini tidak memiliki standar khusus terkait keselamatan operasi dan pelayanan SPBU. Akibatnya, masyarakat bisa saja mengira jika Pertamina memang tidak memiliki standar khusus terkait hal itu.

“Padahal ini kan masalah safety (keamanan). Di tempat mereka ini standarnya seperti apa? Misalnya, apakah ada larangan merokok? Pengoperasian penjualan BBM tentu ada standar yang berlaku,” pungkas Wianda.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *