Bojonegoro Belum Sepakat Pembagian PI Blok Tuban

Hearing BBS

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) belum menandatangi kesepakatan pembagian penyertaan  saham (Participating Intereset/PI) Blok Tuban dengan empat BUMD dari Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

“Saya belum menandatangi karena belum sepakat dengan jumlahnya,” kata Direktur Operasional PT BBS Tonny Ade Irawan saat hearing (rapat dengar pendapat) dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Selasa (2/5/2017). 

Setelah melakukan kajian keekonomian di Blok Tuban melalui konsultan independen, lanjut Tony, Bojonegoro hanya mendapat bagian PI sebesar 2,155 persen dari total 10 persen. Sisanya dibagi empat BUMD lainnya.  

“Ini karena ada aturan baru, yakni 10 persen PI dibagi sesuai kondisi wilayah geografisnya,” imbuhnya.

Dari perhitungan yang dilakukan dengan konsultan tersebut, diantaranya koefisien produksi, koefisien mulut sumur suatu wilayah dan luas wilayah. 

“Kalau dilihat secara geografis, Lapangan Sukowati di Bojonegoro memang kecil. Tapi meski begitu, saya ingin ada tambahan dari jumlah PI tersebut,” tegasnya. 

Baca Juga :   Rosneft Minta Safety Kilang Tuban Terjamin

Jika dihitung, PI yang diterima Bojonegoro 2,155 persen nilainya kurang lebih Rp100 juta. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil. 

Sementara untuk 90 persennya, Tonny mengaku masih dalam kajian dengan empat BUMD bagaimana pengelolaannya. Jika ikut serta, maka sistemnya adalah bisnis to bisnis. 

“Tapi yang jelas kami sudah mengirimkan permohonan kontrak pengelolaan Blok Tuban,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *