SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menginstruksikan semua warganya khususnya di sekitar Kilang Tuban untuk menangkap langsung oknum abal-abal yang mengaku sebagai tim surveyor. Langkah tegas ini untuk mengantisipasi hal-hal yang justru merugikan warga.
“Instruksi ini telah disampaikan ke masyarakat khususnya di desa dekat wilayah operasi kilang,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, melalui pesan singkat kepada suarabanyuurip.com, Kamis (4/5/2017).
Keputusan ini merupakan hasil koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) dan Koramil Jenu beberapa waktu lalu. Sesuai laporannya tim surveyor yang diduga oknum tidak jelas itu belum menyentuh ke sembilan desa.
“Belum sampai jauh sudah diingatkan,” imbuh pria berkacamata ini.
Saat ini konsentrasi Muspika Jenu sedang terpusat di Desa Wadung, Kaliuntu, Rawasan, Mentoso, Remen, Beji, Purworejo, Tasikharjo, dan Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Hal ini karena sembilan desa tersebut menjadi uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)l mulai kondisi air, tanah, dan udara.
Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya, justru baru mendengar kabar ini dari media suarabanyuurip.com. Setelah ini mantan Camat Montong ini, bakal konfirmasi ke Camat Jenu, Kasmoeri.
“Kok belum ada laporan, makasih infonya,” singkatnya.
Berkeliarannya tim surveyor ini awalnya disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Jenu, Rifqi Mukhlason. Pria yang juga menjadi pengurus Relawan TIK Tuban ini, menjelaskan oknum tidak jelas tersebut telah muncul sebulan lalu.
Kedatangan dua oknum surveyor ini memancing kecurigaan warga. Lantaran tidak dapat menunjukan identitas dan asal usulnya, warga langsung menolaknya. Anehnya, ketika dikejar oleh pemuda untuk dimintai keterangan justru buru-buru berpamitan.
“Kalau ada oknum yang tidak jelas tolak saja,” tegasnya. (Aim)