SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Reaksi cepat dilakukan operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) menemui sejumlah kontraktor lokal dan pemuda yang menghentikan aktivitas perbaikan jalan menuju proyek J-TB yang dilakukan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), Kamis (4/5/2017) sore.
Hadir dalam pertemuan yang di pusatkan di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, perwakilan PEPC Ismail, Pemuda Gayam, sejumlah kontraktor lokal Gayam, anggota Polsek Gayam, dan tokoh masyarakat. Hanya saja pihak PP tak hadir dalam pertemuan untuk musyawarah mencari solusi tersebut.
Salah satu perwakilan tokoh masyarakat, Sumber Purnomo, mengatakan, bukan bermaksud untuk menghambat aktivitas pembangunan jalan yang dilakukan oleh PP. Namun karena menuntut agar kontraktor lokal dilibatkan dalam pengerjaannya. Sesuai dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) No 23 tahun 2011 tentang konten lokal.
“Sudah berkali-kali temen-temen kotraktor lokal berkoodinasi dengan PP. Tapi tidak ada respon, jadi terpaksa kegiatan PP membangun jalan kita hentikan sementara sampai ada kejelasan PP melibatkan kontraktor lokal,†ungkapnya dalam pertemuan.
Pak Ed sapaan akrab Sumber Purnomo, juga menyayangkan tidak hadirnya PP dalam pertemuan. Sehingga bisa memperpanjang persoalan karena kesulitan untuk mencari titik temunya. Seharusnya PP bisa hadir agar permasalahan bisa cepat terselesaikan.
“Karena belum ada kesepakatan sementara kegiatan PP tetap kita hentikan sampai tuntutan kami terealisasikan,†tandanya.
Perwakilan PEPC, Ismail mengatakan, pada dasarnya memahami apa yang telah dilakukan oleh sejumlah kontraktor lokal, pemuda, dan tokoh masyarakat tersebut. Selain itu semua aspirasi yang disampaikan telah ditampung dan akan segera mungkin disampaikan ke pihak manajemen PP dan manajemen PEPC. Karena bukan kewenangannya untuk mengambil keputusan.
“Segera kami sampaikan ke PP dan PEPC. Tapi kapan akan dilakukan pertemuan lagi belum bisa memastikan. Tapi sesegera mungkin dilakukan,†kata Ismail seusai pertemuan.(sam)