Persoalan Tenaga Kerja Pengaruhi Produksi

Yenny Hartati GCI

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Persoalan ketenagakerjaan disinyalir menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi lifting atau produksi minyak mentah dari Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI). Sehingga membuat GCI tak mampu memenuhi target yang telah ditentukan dalam kontrak, yaitu sebesar sekira 1.144 BOPD.

Menurut Ekternal Relation PT GCI, Yeni Hartati, belum terpenuhinya target produksi minyak dipengaruhi oleh sisi teknis dan non-teknis. “Tentunya kita berharap sisi non-teknis terkait tenaga kerja ini bisa kembali kondusif,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (6/5/2017).

Diharapkan, permasalahan yang ada saat ini segera terselesaikan. Sehingga dapat melakukan produksi minyak sesuai dengan harapan. “Semoga saja segera selesai dan kembali berktivitas seperti sedia kala,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Lifting atau Produksi minyak mentah dari KSO Pertamina EP – PT GCI masih belum memenuhi target yang ditentukan dalam kontrak sekira 1.144 barrel oil per day (BOPD). Rata-rata perbulan produksi minyak yang di setorkan kepada Pertamina EP Asset 4 Field Cepu hanya mencapai 920 BOPD.

Baca Juga :   Sarankan SPP Evaluasi Tim

Hal itu diungkapkan Publik Govrel CSR PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, kepada suarabanyuurip.com.

Menurut Intan, target produksi GCI dari lapangan Ledok, Nglobo, Kawengan dan Semanggi, seharusnya bisa mencapai 1.144 BOPD. “Masih belum memenuhi target,” katanya.

Dia mengungkapkan, kalau produksi dari sumur tua Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, baik dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan swakelola, rata-rata mencapai 502 BOPD.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *