SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – KSO Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) dalam menghadapi aksi mogok kerja total yang dilakukan para buruh mulai tanggal 4 Mei kemarin hingga hari Minggu (7/5/2017), tidak melibatkan pihak Kepolisian dalam melakukan pengamanan.
Situasi di Distrik Nglobo tampak lengang. Hanya terlihat para buruh duduk-duduk santai di pos satpam dan beberapa titik lokasi lain. Tak terlihat ada pasukan keamanan Obyek Vital (Obvit) dari kepolisian. Justru, pihak GCI ditengarai menyewa orang luar untuk melakukan pengamanan.Â
Menurut Setyo Budi Pratomo, ketua Basis Nglobo, Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, para tenaga sewaan itu, dengan leluasa keluar masuk pada wilayah-wilayah terlarang bagi orang luar. Sebanyak enam orang asing sejak Kamis (4/5) malam kemarin yang datang di lokasi.
“Katanya diminta berjaga-jaga. Setelah kami datangi dan kami tanya, mereka berasal dari Balun Kecamatan Cepu. Menurut rencana akan dipekerjakan selama tiga hari. Tapi setelah kami ajak ngobrol, mereka tidak melanjutkan niatnya. Hanya satu malam itu saja,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (7/5/2017).Â
Dia melanjutkan, sejak dimulainya aksi mogok hingga hari Minggu, tidak ada satu-pun pasukan Pam Obvit dari pihak kepolisian.
“Info yang saya terima, GCI tidak meminta bantuan dari kepolisian,” ungkapnya.Â
Budi menambahkan, bahwa langkah GCI melibatkan orang luar tersebut dianggap salah. Pada peraturan Perundang-undangan nomor 13 tahun 2003  tentang Ketenagakerjaan, Pasal 144, bahwa ketika mogok kerja terjadi  pengusaha tidak boleh mengganti pekerja yang sedang mogok kerja dari luar perusahaan.Â
“Pada pasal 144, Terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. Bahwa pengusaha dilarang; a. Mengganti pekerja/buruh yang mogok kerja dengan pekerja/buruh lain dari luar perusahaan; atau, b. memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada pekerja/buruh dan pengurus serikat,” ungkap Budi.Â
Sementara, Eksternal Relation PT GCI, Yeni Hartati, saat disinggung alasan tidak melibatkan pihak kepolisian dalam pengamanan, serta pelibatan orang diluar lingkup kerja GCI dalam pengamanan, pihaknya menjelaskan bahawa situasi keamanan masih kondusif. “Untuk penjagaan tentu kami membuat rencana yang baik dan terukur,” ujar Yeni.Â
Saat dimintai penegasan terkait keterlibatan pihak luar tersebut, justru Yeni, terkesan ketus dalam menjawabnya.
“Iya, masalahnya kenapa, Mas?, Itu bukan tenaga pengamanan. Apakah itu menjadi masalah ? Bagi siapa ?,” ucap Yeni.Â
Yang harusnya dibahas, lanjut Yeni, adalah kegiatan operasi Migas tidak boleh berhenti karena ini kegiatan Nasional.(ams)