SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Mahasiswa profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nadhatul Ulama (NU) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengadakan serangkaian kegiatan bakti masyarakat di sekitar Lapangan Gas Sumber, Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak. Giat selama tiga hari kedepan ini, secara resmi dibuka oleh Ketua DPRD, Miyadi, didampingi Camat Merakurak, Sugeng Winarno.
“Alhamdulillah masyarakat menyambut positif kegiatan praktik komunitas profesi Ners kali ini,” ujar Ketua Panitia, Ahmad Winarto, kepadasuarabanyuurip.com, Kamis (11/5/2017).
Acara yang dipusatkan di lapangan dan Balai Desa Sambonggede ini, meliputi Jalan sehat yang diikuti sekira 2.800 warga se-Kecamatan Merakurak. Dilanjut kegiatan Bakti Sosial (Baksos) berupa pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah. Keduanya dilakukan pada hari Kamis (11/5).
Berikutnya sunat gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah digelar pada hari Jumat (12/5). Puncak acara ditutup dengan pelantikan kader sehat muda tanpa Narkoba hari Sabtu (13/5) mendatang.
“Semoga setelah ini kemitraan Stikes NU dengan masyarakat se-Kecamatan Merakurak semakin erat,” jelas aktivis Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) Tuban ini.
Disinggung apakah bakti masyarakat kali ini berkaitan dengan pengabdian di 10 desa waktu lalu, Winarto membenarkannya. Hanya saja event kali ini cakupannya lebih luas yakni se-Kecamatan Merakurak.
Kepala Desa Sambonggede, Yemi Trisantono, sangat mengapresiasi giat yang dilakukan mahasiwa Stikes NU. Pihaknya merasa terbantu karena dapat sharing informasi soal potret desanya. Tak hanya segi positifnya saja, namun beberapa hal yang belum dilakukan.
“Semisal apakah kita telah melakukan pola hidup sehat dan bersih,” sambung mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tuban.
Informasi tersebut sangat penting, dan perlu dibahas saat musyawarah masyarakat desa. Nantinya bakal menjadi acuan dalam penyusunan APBDes kedepannya.
“Semoga sinergi semacam ini dapat berlanjut untuk kesejahteraan masyarakat khususnya sekitar sumber Gas di Merakurak,” tandasnya.
Diketahui, kegiatan ini memperoleh dukungan dari berbagai pihak salah satunya BUMN yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek.
Meskipun masuk di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Blok Tuban, tapi belum mendapat dukungan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Sekalipun lapangan gas Sumber belum berproduksi, tahun 2016 lalu operator Blok Tuban telah menggulirkan CSR sebesar Rp 76 juta. CSR tersebut telah cair 30 persen, dan dialokasikan untuk program penanggulangan sampah rumah tangga. (Aim)