Tegaskan Tak Ada Perubahan Flaring di Blok Cepu

Sidang Amdal Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyampaikan, keberadaan flaring di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, harus dituangkan didalam adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

“Disini juga tidak disinggung, berapa besar flare dan dikelola seperti apa,” kata Kepala Dinas ESDM, Dewi C Putriani.

Melihat pengalaman flare milik Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Mudi, Tuban, pernah dilakukan penelitian oleh IPB, jarak 600 meter dengan sawah mengakibatkan tanaman tidak dapat berbuah, bayi sering menangis karena panas, bahkan sekolah juga dipindah.

“Jangan sampai di Mojodelik seperti itu, karena dengan produksi yang besar tentu flare akan berpengaruh,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, menegaskan, meskipun produksi ditingkatkan dari 185.000 barel per hari (Bph) menjadi 200.000 Bph, tidak akan mempengaruhi flare.

“Sekarang saja flare hanya sekitar 3-4 MMSCFD,” tegasnya.

Selain itu, tidak akan ada perubahan pada fasilitas produksi atau penambahan sumur. Masih tetap 45 sumur. Rinciannya 30 sumur produksi, dan 15 sumur injeksi.(rien)

Baca Juga :   Optimis, Migas Bisa Tambah PAD

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *