Klaim Keluhan Flaring Blok Cepu Menurun

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengklaim jumlah keluhan masyarakat terkait flaring sudah jauh menurun.

Hal itu diungkapkan perwakilan EMCL, Ichwan Arifin pada pembahasan Adendum (Perubahan) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan RKL-RPL Peningkatan Produksi Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Creative Room lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (10/5/2017) lalu.

Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin, mengungkapkan, persepsi masyarakat di akhir tahun 2016 terkait pengelolaan flaring belum positif dimungkinkan karena meningkatnya volume flaring pada tahap commisioning dan start up pada tahun 2015 sampai 2016.

“Hal ini sesuai dengan jumlah keluhan yang diterima EMCL ditahun 2016,” imbuhnya.

Keluhan tersebut diantaranya terkait kebisingan, kebauan, dan radiasi cahaya. Namun, dengan selesainya tahap commisioning dan start up keluhan tersebut sudah jauh menurun.

Kemudian, dihentikannya program mitigasi khusus pada bulan Juli 2016 setelah jumlah gas yang dibakar atau flaring sudah dibawah 23 MMSCFD.

“Pada 16 Desember sampai sekarang, commisioning dan start up sudah selesai,” tandasnya.(rien)

Baca Juga :   Rekind akan Mobilisasi Peralatan Seberat 115 Ton untuk Proyek JTB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *