SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), telah menyiapkan sejumlah persiapan untuk meningkatkan produksi minyak Banyuurip dari 185 ribu barel per hari (BPH) menjadi 202 ribu BPH yang tertuang dalam Adendum Anilisa Dampak Lingkungan (AMDAL) dan rencana Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL).
Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin, menjelaskan persiapan yang pertama adalah kajian tekhnis reservoir dan fasilitas produksi atau evaluasi kepasitas peralatan.
“Kemudian, high rate test,” ujarnya saat melakukan paparan di Creative Room, Lantai 6, Gedung Pemkab Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Pada saat high rate tes telah terbukti kehandalan sistem teruji pada tingkat produksi 220 barel per hari (KBD). Selain itu tidak ada perubahan tingkat kebisingan dimana pemetaan tingkat kebisingan masih sama.
“Kemudian, flare dapat dijaga, yakni kurang lebih 5 MMSCFD saat operasi normal,” tandasnya.
Tujuan persiapan ini adalah meningkatkan laju alir produksi minyak hingga maksimum 220.000 BOPD dengan menggunakan fasilitas yang ada dan optimalisasi proses produksi.
Sementara manfaatnya antara lain pemenuhan kewajiban dalam Central Processing Unit Production Sharing Contract (CPU PSC) pada kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi migas di Blok Cepu guna mendukung tercapainya target produksi minyak bumi nasional.
“Manfaat lainnya adalah meningkatkan pendapatan negara termasuk dana bagi hasil bagi Pemda dari sektor migas dan pengembangan program sosial untuk meningkatkan dampak positif dan meminimalisir dampak negatif,” pungkasnya.(rien)