SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Anak-anak diciptakan dengan segala potensi. Namun apabila tidak dikembangkan dan berkembang dengan maksimal sangat mungkin kelak mereka menjadi manusia yang gagal.
Demikian disampaikan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto. Bupati yang akrab disapa Kang Yoto, itu menjelaskan manusia gagal adalah mereka yang tidak mampu hidup mandiri. Artinya tidak mendapatkan pendapatan karena tidak mampu berkontribusi memberi manfaat terhadap sesama.
“Disebut manusia gagal total kalau hidupnya merugikan pihak lain,” ujarnya.
Kang Yoto mengaku sempat mendapat pertanyaan, bukankah mereka masih mungkin hidup di kebunnya sendiri, makan dari apa yang dihasilkannya. Pertanyaan tersebut, menurut dia, tidak perlu dijawab, sebab hampir sudah tidak ada lagi manusia Bojonegoro yang akan hidup seperti itu.
Menurutnya, kelangsungan hidup manusia saat ini, apalagi di masa mendatang ditentukan oleh seberapa besar kontribusinya dalam kehidupan. Dalam bahasa ekonomi, kontribusi itu bisa berupa karya barang, pikiran, seni dan jasa.
“Semakin besar kontribusinya maka semakin besar apa yang akan didapatkan,” imbuhnya.
Untuk inilah sebagai orang tua, pendidik dan pemerintah yang mendapatkan amanah undang undang menyiapkan kesiapan hidup generasi mendatang, maka harus dilakukan apa saja yang membantu anak-anak bisa tumbuh berkembang semaksimal mungkin.
“Karena itu para orang tua harus mengetahui dan mengasah tujuh keterampilan relevan yang harus dimiliki anak-anak,†tegas Kang Yoto.
Tujuh keterampilan tersebut di antaranya terampil berniat baik, terampil merencanakan dan memproduksi apa yang akan diproduksi untuk dikontribusikan bagi kehidupan, terampil berkomunikasi, terampil kerkolaborasi, terampil berpikir kritis, terampil berinovasi dan dan terampil mengelola hidup yang berbahagia.
“Tujuh ketrampilan ini sangat relevan agar mampu hidup di tengah kompetisi ekonomi, kemoderenan dan kebhinekaan,†tandasnya.
Untuk itu dirinya mengajak semua pihak bertekad bersama mulai lingkungan terkecil yakni keluarga dan rukun tetangga (RT), mulai pukul 17.30 WIB sampai dengan 21.00 WIB, memastikan anak anak menikmati suasana belajar di keluarga dan lingkungan warga.(rien)