SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Belasan anak berjejal menumpang kendaraan motor roda tiga saat hendak pulang sekolah di jalan raya Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Pemandangan seperti itu lazim terlihat setiap hari saat anak-anak salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Babat keluar dari pintu gerbang sekolah. Mereka yang ingin segera sampai rumah langsung berebut naik kendaraan yang telah dimodifikasi khusus itu. Bahkan ada yang berdiri dekat pintu kendaraan tanpa menghiraukan akan risiko yang mengancam keselamatannya. Karena tidak kebagian tempat duduk.
Pengemudi motor sendiri agaknya sengaja membiarkan penumpangnya berjejal, dan baru mau berjalan. Seolah tak memperdulikan keselamatan penumpangnya yang masih anak-anak. Padahal cukup membahayakan mereka karena risiko telah mengancam keselamatannya, yaitu jatuh dari kendaraan dan taruhannya adalah nyawa.
“Sudah biasa penumpang berjejal begitu, baru berangkat, Mas. Kalau muatan ndak penuh bisa rugi,” ujar salah satu pengemudi yang enggan menyebutkan namanya kepada suarabanyuurip.com.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Babat, Siti Aminah, mengungkapkan, akan segera meminta kepada pihak lembaga sekolah tempat mereka menuntut ilmu untuk memberikan teguran terhadap anak didiknya. Agar lebih memperhatikan keselamatan saat pulang sekolah dengan tidak naik kendaraan berjejal dan melebihi kapasitas seperti itu.
“Segera akan saya temui kepala sekolahnya untuk menyampaikan hal ini, agar segera diberikan peringatan anak-anak didiknya untuk memperhatikan keselamatannya saat naik kendaraan,†kata Siti Aminah.(tok)