Ketersediaan Pangan Blora Aman

Reni Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tak mengkhawatirkan ketersedian pangan menjelang bulan suci Ramadhan hingga lebaran nanti. Karena ketersediaan pangan untuk wilayah Kabupaten Blora masih dalam kondisi aman atau tercukupi.

“Insya Allah ketersediaan pangan aman. Stok beras di gudang Bulog hingga Mei ini sudah mencapai 12.493 ton dimana 10.597 ton berasal dari serapan beras petani. Ini sudah bisa mencukupi kebutuhan pangan hingga lebaran. Untuk harganya kualitas premium mencapai Rp10 ribu per kilogram (Kg), sedangkan beras biasa masih di kisaran Rp8500 rupiah per kg,” jelas Kepala DPKP Blora, Reni Miharti.

Begitu pula dengan gula, menurutnya, dengan dimulainya musim giling tebu di pabrik GMM-Bulog sejak 1 Mei 2017 lalu, bisa menopang ketersediaan komoditas gula di Kabupaten Blora.

“Hingga april kemarin stok gula masih 16.740 ton. Sedangkan kebutuhan kita 9.069 ton, sehingga masih surplus 7.671 ton,” lanjut Reni.

Untuk komoditas telur, bawang merah, cabai, tepung terigu dan minyak goreng masih harus mendatangkan dari kabupaten/kota lain karena produksi di Blora masih rendah. Namun untuk harganya masih relatif stabil.

Baca Juga :   Tokoh Samin Bojonegoro Persilakan Nama “Samin” untuk Masjid Wisata Religi

Maskur, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, menyatakan, bahwa harga sembako memang mengalami kenaikan namun hal itu masih dalam batas toleransi.

“Telur saat ini masih Rp 20.500 per kg. Sedangkan daging sapi kualitas premium Rp 105.000 sampai Rp 110.000 per kg. Sedangkan untuk gula kita sepakat harga tidak

Sementara, Bupati Blora, Djoko Nugroho, meminta agar terus dilakukan pengawasan terhadap pola distribusi sembako di Kabupaten Blora. Karena menurut dia, meskipun komoditasnya ada, tidak menjamin harganya stabil. Bisa saja terjadi penimbunan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Lakukan sidak secara berkala untuk mengontrol harga sembako dan ketersediaannya. Saya mengapresiasi Polres Blora yang telah membentuk satgas mafia pangan. Hal itu akan sangat membantu Pemkab dalam pengendalian distribusi dan harga komoditas pangan jelang Ramadhan dan Lebaran,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *