SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Mimpi buruk dialami pemegang poin tertinggi grup 5 Liga 2, klub Madiun Putra di kandang kesebelasan Persatu Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (20/5) sore. Selama 90 menit laga tandang klub berjuluk Laskar Jayakatwang ini, dipaksa lengser dari puncak klasemen sementara.
“Kami puas mampu memenangkan duel di tengah lapangan dengan hasil akhir 4-2,” ujar pelatih Persatu Tuban, Edy Sudiarto, kepada suarabanyuurip.com usai pertandingan.
Pelatih asal Malang ini langsung meminta Laskar Ronggolawe bermain lepas sejak menit awal di babak pertama. Tak disangka kapten Persatu, Danu Rosade mampu mencuri gol perdana di menit ke-8.
Unggul dari lawan, pemain Persatu di bawah kendali Danu Rosade terus melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan. Berkat umpan yang apik, striker Persatu, Agung Suprayogi berhasil merobek kembali gawang Madiun Putra FC.
“Hingga wasit meniup peluit selesainya 45 menit babak pertama, skor akhir bertahan 2-0 dengan kemenengan Persatu,” imbuh Edy.
Memasuki 45 menit babak kedua, tensi permainan Laskar Ronggolawe menyurut. Peluang ini tak disia-siakan pemain Madiun Putra. Tak ingin dipermalukan dihadapan 5.000 suporter Persatu, pemain tengah Madiun Putra, Purniawan akhirnya memperkecil kekalahan di menit 61.
Satu gol balasan tersebut membuat pendukung Persatu bergemuruh karena gawang tim kesayangannya kebobolan, karena kesalahpahaman pemain belakang. Melihat anak asuhnya kelelahan, pelatih Edy langsung melakukan rolling pemain Wira Hadi masuk menggantikan Supriyadi.
Strategi ini ternyata berbuah manis. Melalui tendangan bebasnya di menit-70, Persatu kembali berada di atas angin dengan skor kemenangan 3-1. Keberuntungan masih dipegang Wira Hadi, dimenit-79 kembali melesakan si kulit bundar ke gawang lawan menambah skor menjadi 4-1.
“Sangat disayangkan dua menit berselang, pemain Madiun Putra menambah gol membuat skor berubah 4-2,” jelasnya.
Skor akhir ini sangat diapresiasi Edy dan manajemen Persatu. Permainan semacam inilah yang harus dikembangkan di laga berikutnya. Tidak banyak menciptakan peluang, tapi bisa mencetak 4 gol.
Meskipun harus berdarah-darah melawan Madiun Putra, tapi hasilnya sepadan karena menumbangkan klub yang belum pernah menelan kekalahan di Liga 2. Setelah ini Persatu harus fokus pada pertandingan tandang selanjutnya, melawan Persebaya Surabaya tanggal 5 Juli 2017.
Pelatih Madiun Putra, Sartono Anwar mengakui, Persatu bermain sangat baik pada laga kandang pekan ini. Selain bermain lebih baik dari timnya, Persatu punya kemauan menang yang besar.
“Wajar kalau klub Persatu menang,” sambungnya.
Kekalahan perdana di stadion Lokajaya, menjadi catatan penting Sartono. Evaluasi akan dilakukan cepat, supaya celah kekalahan sore ini tak terulang di laga berikutnya.
“Utamanya untuk sektor pertahanan yang perlu kami benahi,” tambahnya.
Pasca berhasil mengkudeta Madiun Putra di kandangnya kini Persatu menjadi pemimpin klasemen sementara. Meskipun keduanya memiliki nilai sama yakni 8, Persatu unggul selisih dua gol dibanding Madiun Putra.
Pada pertandingan lain grup 5 di stadion Gelora Pamelingan, Persepam MU Pamekasan menumbangkan PSBI Blitar 4-1. Hasil akhir tersebut membuat Laskar Sape Ngamok naik ke posisi 5 dengan nilai 7.
PSBI Blitar harus terpuruk di dasar klasemen dengan nilai 3. Sedangkan pada Minggu (21/5), ada satu pertandingan grup 5 mempertemukan Persinga Ngawi menjamu Martapura Fc di Stadion Ketonggo. Apabila Martapura mengalahkan Persinga, posisi Persatu sebagai pemuncak klasemen akan tergeser. (Aim)