SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein menyayangkan, sikap pemboikotan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Kerek terhadap Camat Kasmoeri. Seharusnya aksi boikot kedua yang sebelumnya dilakukan Kades se-Kecamatan Jenu tidak perlu terjadi lagi.
“Kami minta semua Kades di Kecamatan Kerek tidak meniru aksi boikot di Kecamatan Jenu,” ujar Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, Senin, 22 Mei 2017.
Politisi asal Partai PKB Tuban ini tidak ingin catatan merah Camat Kasmoeri dibawa-bawa ke wilayah Kecamatan Kerek. Cukup diselesaikan di Jenu saja, dan diharapkan di Kecamatan Kerek Kasmoeri dapat membuka lembaran barunya.
Kedua belah pihak juga diharapkan saling menerima. Para Kades jangan sentimen dahulu, sebaliknya Camat Kasmoeri juga mampu merangkul mitra kerjanya.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Wabup telah melakukan pertemuan informal. Diharapkan upaya-upaya itu dapat mengembalikan kondusifitas Kecamatan Kerek pada eranya Camat Rohman Ubaid.
Seharusnya hari Senin (22/5) seluruh Kades yang tergabung dalam Asosiasi Kepla Desa (AKD) Kerek menghadap Bupati, Fathul Huda. Di waktu yang sama, bupati ada jadwal kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan.
“Hari ini belum jadi ketemu bupati karena belum ada waktu luang,” sambung Sekretaris AKD Kerek, Sunandar.
Pemboikotan Kasmoeri bertepatan dengan mutasi 33 pejabat struktural Pemkab Tuban pada hari Jumat (19/5) kemarin. Waktu itu 11 Kades se-Kecamatan Kerek menggelar rapat internal di kediaman Kades Jarorejo, Giman.
Alasan boikot tersebut diantaranya, kinerja Kasmoeri dinilai merah oleh Kades se-Kecamatan Jenu. Kebijakannya sering otoriter, dan berdampak pada perpecahan kerukunan antar Kades se-Kecamatan Jenu.
Kades se-Kecamatan Kerek masih membutuhkan pembinaan dari camat yang bisa menyelesaikan masalah dengan arif, seperti yang sudah dilakukan oleh Rohman Ubaid. Terakhir kondisi Kecamatan Kerek yang sudah kondusif selama kepemimpinan Rohman Ubaid. (Aim)