SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap agar para kontraktor lokal sekitar Blok Cepu nantinya tidak salah perhitungan saat mengikuti tender di proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru yang di operatori Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC).
“Kalau sampai salah perhitungan, kita tidak akan untung. Justru buntung,” kata Ketua DPRD, Sukur Prianto saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Selasa (23/5/2017).
Dalam ikut andil di proyek besar seperti di J-TB, semua pihak harus belajar pengalaman yang ada di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Banyak sekali permasalahan yang dialami kontraktor lokal, terutama pembayaran invoice yang tertunda. Sehingga, banyak yang dirugikan karena pekerjaan yang seharusnya dibayar, belum dibayarkan karena alasan sesuatu.
“Makanya, kita harus bisa memperhitungkan apakah mampu mengerjakannya atau tidak,” tegas politisi Partai Demikrat itu.
Terlebih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memiliki Perda Konten Lokal, Â operator dan kontraktor migas harus memberi peluang kepada kontraktor lokal. Diluar itu, azas profesional baik skill dalam bidangnya harus dipertahankan oleh kontraktor lokal, Â kalau tidak punya keahlian harus hati hati.
“Konten lokal tetap harus diutamakan, kecuali kalau memang skill, sumber daya manusia kontraktor lokal tidak memadai, silahkan mengambil dari luar Bojonegoro,” pungkasnya.(rien)