SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Yayasan Ronggolawe Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyatakan tidak pernah meminta patung kuda monumen Ronggolawe. Hanya saja, dari Pemerintah Daerah (Pemda) Blora menawarkan monumen tersebut kepada yayasan.Â
Menurut Ketua Yayasan Ronggolawe, Djupri Prayitno, pada akhir tahun 2016 lalu pihaknya mendapat tamu dari Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) bernama Langgeng untuk menawarkan monumen tersebut kepada Sekolah Tinggi Teknik Ronggolawe (STTR) Cepu.Â
“Mungkin mereka (Pemda) ingin menyatukan monumen hidup (STTR Cepu) dengan monumen mati (Patung Kuda). Itu mungkin,” kata Djupri Prayitno kepada suarabanyuurip.com, Rabu (31/5/2017).
Kemudian, saat itu pihaknya juga menanyakan perihal pembiayaan pemindahan monumen dari Jalan Ronggolawe ke Kampus STTR kepada dinas. Sehingga diperoleh kepastian bahwa biaya pemindahan dan pembangunan kembali ditanggung oleh Pemda.
“Kalau kami yang minta, otomatis kami yang harus menyiapkan biayanya. Kami hanya menerima dan meyediakan tempat,” ujarnya. Menurut rencana, patung tersebut akan ditempatkan di kampus II STTR Cepu Jalan By Pass Cepu.Â
Djupari menjelaskan, memasuki tahun 2017 tim dari yayasan datang ke Dinrumkimhub untuk memastikan kapan akan dibangun. “Ternyata tahun ini belum ada anggaran untuk pemindahan dan pembangunan. Tapi akan diusahakan dianggarkan pada perubahan APBD 2017,” jelasnya.Â
Menurutnya, perubahan anggaran akan dilaksanakan pada bulan September. “Kalau disetujui, pembangunan akan dimulai bulan Oktober-November. Diperkirakan akan mencapai Rp100 – Rp200juta,” terangnya.Â
Sementara, Kepala Dinrumkimhub Blora, Syamsul Arif, menyatakan, jika pemindahan ke Kampus STTR Cepu akan dilakukan oleh pihak dinas. “Pemasangannya juga akan dilakukan oleh dinas,” tandasnya. (ams)