SuaraBanyuurip.com -Â Edi Supraeko
Bojonegoro – Cara baru dilakukan anak-anak sekitar Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk menunggu bedug mahgrib (ngabuburit) selama ramadan 1438 Hijriyah. Mereka mengitari desa-desa yang mengelilingi lapangan minyak Banyuurip dengan menaiki kereta mini.
Seperti yang terlihat Minggu (4/6/2017) sore tadi. Puluhan anak-anak terlihat riang gembira menaiki kereta mini sambil melihat lokasi pemrosesan minyak mentah yang diolah menggunakan peralatan modern.
“Enak sambil menunggu buka puasa, bisa keliling naik kereta mini,” ujar Fuziah (11), salah satu anak Desa Gayam, Kecamatan Gayam.
Selain bisa keliling lapangan minyak Banyuurip, anak-anak juga mendapat Tabloid Suara Banyuurip (SBU) yang dibagikan secara gratis. Melalui Tabloid SBU ini diharapkan dapat menambah wawasan anak-anak tentang informasi yang sedang berlangsung di lapangan minyak yang dikendalikan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Apalagi media SBU meruapakan satu-satunya media yang memiliki segmen tentang kegiatan industri migas di Bojonegoro.
“Sekaligus sebagai upaya menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini. Karena salah satu dari fungsi media adalah mencerdaskan masyarakat,” sambung Manager Marketing Media Suara Banyuurip Group, Didik Jatmiko.
Kereta mini ini merupakan sarana yang disiapkan untuk mendukung wisata migas modern di Desa Gayam. Dengan adanya wisata migas modern ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar karena akan menumbuhkan usaha-usaha baru.
Sebab, selain masyarakat dapat melihat fasilitas pemrosesan minyak Lapangan Banyuurip secara modern, juga dapat menikmati wisata kuliner dan kerajinan khas desa-desa sekitar Gayam.
“Rencana kita kedepan, ini akan kita kerjasamakan dengan PKK dan karang taruna,” pungkas inisiator wisata migas modern Lapangan Banyuurip, Mugito Citrapati. (edi)