SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, menyambut baik rencana eksplorasi sumur Minyak dan Gas Bumi (Migas) di lapangan Blok Trembul di Kecamatan Ngawen. Eksplorasi tersebut akan dilakukan Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina EP-PT Sarana GSS Trembul (SGT).
Bupati Blora, Djoko Nugroho, tentu mendukung dan menyambut baik akan dilakukannya eksplorasi sumur Migas Blok Trembul. Karena ityu, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan nyengkuyung kegiatan eksplorasi Migas tersebut. PT SGT yang merupakan KSO Pertamina EP ini baru akan melakukan eksplorasi. Artinya ngebor untuk mencari minyak, belum mendapatkan sumber minyaknya. Ibarat ayam yang mau bertelur, ini baru tahap buat sangkar.
“Jangan diganggu. Mari didukung dan didoakan. Nanti jika minyaknya sudah keluar mesti dapat bagian. Jadi tidak perlu kawatir,†ujar Bupati Djoko Nugroho.
Pihaknya mengajak PT SGT dalam melaksanakan eksplorasi memanfaatkan potensi lokal di tiga desa agar desa tersebut bisa ikut ambil bagian sehingga ikut handarbeni (mempunyai rasa memiliki) dalam menyukseskan kegiatan Migas.
“Contoh, untuk jasa kendaraan angkutan material pembangunan jalan, jembatan atau ngangkut minyaknya saya minta diserahkan kepada desa melalui BUMDes nya. Sehingga ada pendapatan untuk desa. Begitu juga dengan tenaga kerja pembangunan, hubungi saja kades-kades agar warganya bisa ikut bekerja disitu sesuai keahlian dan kemampuan yang dimiliki. Ajak ibu-ibu PKK desa aktif menyediakan jasa makanan catering untuk pekerja migas. Dengan begitu desa juga akan ikut memperoleh dampak positif dari aktivitas eksplorasi,†jelas bupati.
Sementara, General Manager (GM) KSO Pertamina EP – PT SGT, Bambang Mulyadi, mengaku, tidak keberatan tentang masukan yang diberikan. Ia memastikan proyek eksplorasi, khususnya untuk pembangunan jalan dan jembatan akan dilaksanakan secara padat karya. Sehingga sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat. Begitu juga untuk jasa kendaraan angkutan dan catering, ia akan bersedia menyerahkan kepada BUMDes dan PKK desa. (ams)