SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Jakarta – Adanya penundaan sejumlah kilang Nasional termasuk New Grass Root Refinery (NGGR) Tuban, Jawa Timur, membuat Indonesia harus bersabar merasakan swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga tahun 2025 mendatang.
Diharapkan pula mitranya, Rosneft Oil Company asal Rusia tidak keberatan dengan molornya Pembangunan Kilang dari target awal tahun 2022.
“Awalnya Pemerintah menargetkan swasembada BBM tahun 2023,” ujar Direktur Utama Pertamina, Elia Masa Manik, melalui siaran resmi yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (8/6/2017).
Elia keberatan jika kebijakannya dianggap penundaan/delay. Pihaknya perlu memastikan front and engineering desaign rampung dulu, baru memulai pembelian/procurement.
Sebenarnya front and engineering desaign dapat selesai bulan Juni ini, dan prosesnya tinggal sedikit. Untuk pekerjaan lain serupa persiapan situs/site preparation jalan terus. Pemindahan apartemen pun juga telah selesai.
Garis besarnya Pertamina ingin berkomunikasi detail dengan partner kerjanya Rosneft, termasuk seretnya keuangannya sendiri.
“Mundurnya NGGR Tuban ini juga untuk mengurangi beban negara,” imbuh Elia.
Dijelaskan pula, pergeseran target ini dapat dilakukan, karena tidak masuk dalam aturan keputusan menteri maupun peraturan menteri. Diharapkan investor NGGR Tuban tidak mempermasalahkan hal ini.
“Kita perlu memberokan off take dulu supaya mau berinvestasi,” jelasnya.
Mundurnya sejumlah kilang dibenarkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha. Sesuai hasil rapat dengar pendapat kemarin, Dirut Pertamina yang baru ingin mengkaji keuangannya terlebih dahulu.
Perkiraannya proyek-proyek kilang akan tertunda. Kemajuannya lamban sekali. Politisi asal Partai Golkar sendiri sejak awal sudah menyarankan untuk lebih memanfaatkan potensi swasta saja, untuk bangun kilang (didalam negri) karena Pertamina cukup offtaker.
Semula Pertamina menargetkan proyek kilang Nasional dapat rampung bertahap tahun 2023. Berbagai faktor akhirnya mundur, dan membuat negara harus puasa menunggu swasembada BBM 2025.
Selain NGGR Tuban, kilang yang mengalami nasib sama yakni RDMP Cilacap yang awalnya on stream 2021 akhirnya digeser ke 2023. RDMP Balikpapan semula target on 2020 mundur 2021, RDMP Balong ditarget 2021, GRR Bontang ditarget on 2023. (Aim)