PDI-P Evaluasi Pembangunan di Bojonegoro

Donny PDIP

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan evaluasi bagaimana pembangunan di Bojonegoro.

“Untuk itu, kami mengundang juga Bupati Suyoto, termasuk nanti juga untuk program selanjutnya yang masih kurang bisa kita dorong dan lakukan bersama saat rapat kerja cabang Rabu (7/6/2017) lalu,” ujar Sekretaris DPC PDIP Bojonegoro, Dony Bayu Setyawan, Jumat (9/6/2017).

Pihaknya berharap, agar tongkat estafet kepemimpinan Suyoto harus objektif. Di masa kepemimpinan Suyoto yang kurang satu tahun ini diharapkan PDIP bisa mendorong untuk segera diselesaikan kekurangan dari program yang sudah direncanakan.

“PDIP memberikan beberapa masukan, mana yang kiranya harus dikerjakan dulu sesuai RPJMD atau mana yang harus diperbaiki. Masukan itu dari fraksi maupun partai,” tegasnya.

PDI Perjuangan, lanjut Dony, akan membantu beberapa program yang memang belum selesai dilakukan oleh kepemimpinan Suyoto selama sisa satu tahun terakhir ini. Beberapa rekomendasi PDI Perjuangan diantaranya soal pembangunan disisi selatan Bojonegoro, penggangkatan kemiskinan, juga termasuk pengelolaan beasiswa bagi pelajar dari Dana Abadi Migas.

Baca Juga :   Minta Program Paving Bojonegoro Dievaluasi

Sementara, Bupati Bojonegoro Suyoto, mengungkapkan, selama ini program pemerintah daerah menunjukan kenaikan dibidang kesejahteraan rakyat. Dari awalnya, Bojonegoro yang menjadi daerah termiskin di Jawa Timur, saat ini mulai keluar dari 10 besar penduduk termiskin dari kabupaten/kota lain.

“Dari data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Bojonegoro sekarang diurutan 11 dari kabupaten/kota lain di Jawa Timur,” jelasnya.

Sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, lanjut dia, pada 2015 jumlah penduduk miskin daerahnya sebanyak 193.990 jiwa (15,71 persen) dan turun menjadi 180. 990 jiwa (14,60 persen), pada 2016.

“Untuk meningkatkan IPM ini menggunakan kedaulatan rakyat secara open government,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *