SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mendaftarkan 18 wilayah sebagai kawasan Wisata Geoheritage kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kepala sub bagian sumber daya mineral dan lingkungan, Bagian Sumber Daya Alam, Dadang Aris, mengatakan, dari 18 wilayah yang didaftarkan sebagai kawasan geoheritage lima diantaranya sudah mendapat persetujuan.
Lima kawasan itu diantaranya, kawasan sumur minyak tradisional, Wonocolo, di Kecamatan Kedewan, Selo Rejo dan Watu Panas, Kahyangan Api, Struktur Lapangan Kawengan, dan Undak Bengawan Solo Purba.
“Selo Rejo dan Sumber Air Panas masih menjadi pertimbangan dari sisi menariknya jika ditentukan sebagai kawasan wisata geoheritage,” ujarnya, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (9/6/2017).
Kawasan wisata Kedungmaor, di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, yang juga didaftarkan sebagai kawasan wisata geoheritage terancam gagal karena lokasi situs tertimbun longsor.
“Di kawasan Kedungmaor itu, ada situs cangkang laut,” imbuhnya.
Beberapa fosil vertebrata ditemukan menempel pada dinding batu-batu danau. Sehingga kawasan wisata yang kini dikelola oleh Karang Taruna desa itu merupakan wilayah pesisir laut.
“Di situ ada bekas fosil laut, cuma kondisi terakhir bekas fosilnya terkena longsor jadi kemungkinan tidak bisa ditetapkan sebagai kawasan cagar alam geologi oleh Badan Geologi Kementerian ESDM,” jelasnya.
Wilayah Geoheritage Wonocolo saat ini terus dikembangkan menjadi kawasan wisata yang menawarkan adrenalin dengan lintasan offroad, juga wisata sejarah dengan adanya rumah singgah dan pengeboran sumur tua yang di operatori Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bersama dengan Pemkab Bojonegoro berkomitmen menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata. Agar warga setempat memiliki penghasilan lain selain bergantung dengan adanya pengeboran.(rien)