SuaraBanyuurip.com -Â Edi Supraeko
Bojonegoro – Sebanyak enam dump truck pengangkut material pedel (tanah urug) proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) harus parkir dilokasi proyek jalur pipa J-TB tepatnya di tanah kas desa (TKD) Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (10/6/2017) sejak sekitar pukul 9.00 WIB.
Sehingga membuat aktivitas PT Pembangunan Perumahan (PP) kontraktor PEPC macet selama dua hari dimulai sejak hari Jumat kemarin hingga hari ini.
Informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com dilapangan menyebutkan, para sopir tidak berani membongkar pedel untuk pengurugan proyek jalur pipa gas J-TB yang masuk wilayah Desa Pelem tersebut karena permasalahan sewa TKD Pelem belum dibayar oleh operator J-TB, Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC).
Kepala Desa Pelem, Sudawam, mengatakan, tak ada niatan untuk menghambat pengerjaan proyek. Tetapi PEPC juga harus menyelesaikan tanggungjawabnya yang belum dipenuhi. Salah satunya adalah terkait dengan sewa TKD yang hingga saat ini belum dibayar.
“Kalau saya menghambat sejak kemarin-kemarin proyek tidak akan bisa jalan karena sewa TKD belum dibayar, kenyataannya proyek juga jalan,” kata Sudawam, kepada suarabanyuurip.com.
Sampai saat ini pihak PEPC belum memberikan kejelasan terkait sewa TKD. Selain itu, pemberdayaan masyarakat utamanya warga Pelem juga perlu diperhatikan oleh PEPC.
“Jadi kalau PEPC ingin kerjaan proyeknya lancar tanggungjawabnya juga segera diselesaikan. Kalau dengan PT PP kita tidak ada masalah lancar-lancar saja,” tandas Sudawam.
“Terhitung sejak Jumat kemarin kami tidak bisa beraktivitas. Jadi saya berharap agar permasalahan TKD Pelem ini segera tuntas. Sehingga kerjaan PP bisa sesuai target yang ditentukan,” sambung Project Control Manager, PT PP, Akhlis Fitanto.(edi/sam)